Wisata Anyer

Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Kasus ISPA di Kabupaten Serang Naik Dua Kali Lipat

SERANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mencatat adanya peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) setelah erupsi Gunung Anak Krakatau pada 5-6 September 2026.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang, dr. Efrizal, mengatakan peningkatan kasus ISPA terlihat cukup signifikan berdasarkan data pemantauan di sejumlah wilayah Kabupaten Serang.

Menurut Efrizal, sebelum terjadinya paparan abu vulkanik, jumlah kasus ISPA di Kabupaten Serang berada di kisaran 500 kasus.

Namun, sehari setelah erupsi dan paparan abu vulkanik, jumlah kasus ISPA meningkat hingga sekitar 1.000 kasus.

“Kalau ISPA, kami punya data mulai dari September. Kita titik di tanggal 6, sebelum abu vulkanik. Sebelumnya di Kabupaten Serang itu sekitar angka 500-an seluruh kabupaten untuk ISPA,” kata Efrizal, Senin (14/9/2026).

“Kemudian di tanggal 7 meningkat menjadi 1.000, berarti ada peningkatan yang signifikan. Tapi di tanggal 8 itu turun, di angka 900-an,” sambungnya.

Efrizal menyebut data tersebut masih terus diperbarui oleh Dinkes Kabupaten Serang.

Ia mengatakan terdapat indikasi keterkaitan antara paparan abu vulkanik dengan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya gangguan pernapasan.

“Artinya memang ada signifikansi antara abu vulkanik dengan kondisi di lapangan, terutama dari sisi kesehatan,” ujarnya.

Mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap kesehatan masyarakat, Dinkes Kabupaten Serang telah melakukan berbagai langkah, salah satunya dengan membagikan masker serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Efrizal mengimbau masyarakat menggunakan masker, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan dan berpotensi terpapar udara yang mengandung abu vulkanik.

“Yang terbaik adalah pakai masker. Kalau di luar seperti ini penting menggunakan masker ketika terpapar dengan udaranya,” katanya.

Ia menambahkan, penggunaan masker lebih ditekankan ketika masyarakat berada di luar ruangan.

Hal tersebut berbeda dengan penanganan penyakit menular seperti Covid-19 yang dapat membutuhkan penggunaan masker dalam situasi tertentu.

Dinkes Kabupaten Serang juga telah mendistribusikan masker ke berbagai wilayah.

Khusus di Kecamatan Anyar dan Cinangka yang berada di wilayah terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau, distribusi masker dilakukan secara lebih intensif.

“Untuk dua kecamatan, Cinangka dan Anyar, diberikan 25 boks per desa,” jelas Efrizal.

Selain pembagian masker, petugas kesehatan di setiap puskesmas juga diminta secara masif memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan saluran pernapasan selama kondisi erupsi dan sebaran abu vulkanik.

Dinkes Kabupaten Serang juga meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan abu vulkanik.

Efrizal mengatakan puskesmas disiagakan selama 24 jam. Kepala puskesmas juga diminta tetap berada di wilayah tugas selama kondisi erupsi dan dampaknya masih berlangsung.

“Kalau ada yang sakit datang ke puskesmas. Puskesmas siaga 24 jam, kepala puskesmas tidak boleh keluar selama kondisi ini,” tegasnya.

Dinkes Kabupaten Serang mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan, terutama gangguan pernapasan setelah terpapar abu vulkanik, segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.***

Disdukcapil Sekda
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien