KMP Portlink III, Kapal Feri Terbesar Milik PT ASDP Tak Lagi Beroperasi di Penyeberangan Merak-Bakauheni
CILEGON – Kabar haru sekaligus tidak menyenangkan bagi masyarakat Banten dan Lampung, yang merupakan pelanggan setia rute penyeberangan Merak – Bakauheni.
Terutama bagi penumpang yang terbiasa memilih penyeberangan dengan kapal ferry layanan eksekutif.
Kabar terbaru, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) saat ini sudah mengalihkan operasional kapal kebanggaannya, yakni Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Portlink III.
Kapal ferry terbesar yang selama 13 tahun melayani rute penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni ini, akhirnya sejak pekan lalu dikabarkan mulai berpindah ke lintasan baru yakni Surabaya-Makassar.
KMP Portlink III merupakan kapal ferry eksekutif terbesar milik ASDP dengan bobot kotor mencapai 15.351 GT dan panjang lebih dari 150 meter. Kapal ini bahkan lebih panjang dari lapangan sepak bola internasional.
Kapal yang mulai didatangkan pada Oktober 2013 ini memiliki kapasitas angkut yang luar biasa, mampu menampung ribuan penumpang dan ratusan kendaraan sekaligus.
Selama di lintasan Merak-Bakauheni, KMP Portlink III dikenal sebagai kapal eksekutif dengan berbagai fasilitas mewah, mulai dari lounge eksklusif, ruang ber-AC, hingga klinik kesehatan.
Keputusan ASDP untuk memindahkan kapal ferry berkapasitas besar ini ke rute penyeberangan lain, dikhawatirkan akan menurunkan kualitas layanan eksekutif bagi para penumpang yang butuh kenyamanan di rute penyeberangan Merak-Bakauheni. (*/Rijal)


