Hampir 20 Kecamatan di Kabupaten Serang Krisis Air Bersih, BPBD Siapkan Sumur Bor
SERANG — Kekeringan yang melanda Kabupaten Serang, Banten, semakin meluas. Hampir 20 kecamatan kini membutuhkan pasokan air bersih karena sumber air warga mulai menipis.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang masih melakukan distribusi air bersih setiap hari ke sejumlah wilayah terdampak.
Penyaluran dilakukan berdasarkan laporan masyarakat dan hasil pemantauan petugas di lapangan.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat, mengatakan distribusi air bersih terus berjalan meski belum seluruh permintaan masyarakat dapat dipenuhi.
“Untuk saat ini walaupun belum semua kita penuhi, tapi tiap hari kita jalan,” kata Ajat saat ditemui di Setda Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, Rabu (16/9/2026).
Untuk memperluas jangkauan bantuan, BPBD Kabupaten Serang menggandeng sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga perusahaan dalam penyaluran air bersih kepada masyarakat.
Ajat mengungkapkan, kawasan pantai di bagian utara (Pantura) Kabupaten Serang menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan paling parah.
Namun, kondisi tersebut kini mulai meluas. Hampir 20 kecamatan tercatat membutuhkan pasokan air bersih.
“Di kita ini untuk saat ini hampir 20 kecamatan butuh semua, cuma yang lebih parah itu adalah di daerah pantai, utara,” ujarnya.
Menurut Ajat, minimnya curah hujan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan ketersediaan air semakin terbatas.
Kondisi tersebut diperparah dengan menurunnya debit air dari wilayah hulu menuju daerah hilir.
“Curah hujan diperkirakan sampai akhir tahun tidak turun, nah itu penyebabnya. Kemudian dari hulu pun debit air di sungai ke hilir semakin berkurang,” katanya.
Sebagai wilayah yang berada di bagian hilir, Kabupaten Serang ikut terdampak ketika debit sungai menurun.
Akibatnya, sumber air yang selama ini dimanfaatkan masyarakat semakin terbatas.
Selain mengandalkan distribusi air menggunakan mobil tangki, BPBD Kabupaten Serang mulai menyiapkan solusi jangka panjang untuk menghadapi persoalan kekeringan.
Salah satu langkah yang tengah disiapkan adalah pembangunan sumur bor di sejumlah wilayah yang menjadi prioritas.
“Kami sedang upaya sekarang untuk menyiapkan perencanaan, terutama di daerah-daerah prioritas yang terkena air bersih, kita ajukan untuk bikin sumur bor,” ujar Ajat.
Saat ini, BPBD masih melakukan pemetaan untuk menentukan lokasi yang paling membutuhkan pembangunan sumur bor.
Usulan tersebut diharapkan dapat dimasukkan dalam perencanaan anggaran tahun 2027.
“Belum, lagi dipetakan. Mudah-mudahan diusulan nanti 2027 kita masukkan,” katanya.
Di sisi lain, BPBD Kabupaten Serang belum dapat menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk penanganan kekeringan.
Menurut Ajat, pemerintah daerah masih memproses peningkatan status penanganan bencana kekeringan. Saat ini, Kabupaten Serang masih berada dalam status siaga darurat.
Pemerintah daerah juga tengah mengajukan dukungan Dana Siap Pakai (DSP) kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Ketika kita menetapkan status bencana kekeringan sekarang itu hanya bisa menggunakan DSP dari pusat dari BNPB. Ini sedang berproses kita ajukan,” jelasnya.
Ajat mengatakan penggunaan BTT baru dapat dilakukan apabila status bencana dinaikkan dari siaga darurat menjadi tanggap darurat.
“Nanti statusnya naik dari status siaga darurat menjadi tanggap darurat, baru BTT bisa kita gunakan,” pungkasnya.***

