Kemarau Meluas di Lebak, 811.200 Liter Air Bersih Sudah Didistribusikan
LEBAK– Persediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Lebak terus mendapat perhatian seiring meluasnya dampak musim kemarau.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak masih bergerak menyalurkan air kepada masyarakat yang mengajukan bantuan.
Hingga Kamis, 17 September 2026 pukul 15.00 WIB, total air bersih yang tercatat telah didistribusikan mencapai 811.200 liter.
Data rekapitulasi BPBD Lebak menunjukkan bantuan tersebut tersebar di 19 kecamatan, 63 desa, dengan jumlah masyarakat yang tercatat mencapai 22.059 kepala keluarga (KK) atau 86.213 jiwa.
Kepala BPBD Kabupaten Lebak, Sukanta, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan berdasarkan laporan dan permohonan yang disampaikan dari wilayah yang mengalami keterbatasan pasokan air.
Menurutnya, setiap permohonan akan ditindaklanjuti dengan melihat kebutuhan serta kondisi yang ditemukan di lapangan.
“Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan air bersih, silakan mengajukan permohonan kepada kami. Pasti akan kami kirim dan kami respons dengan cepat,” kata Sukanta kepada Fakta Banten, Kamis (17/9/2026).
Wilayah yang masuk dalam rekapitulasi penanganan BPBD antara lain Sajira, Warunggunung, Curugbitung, Wanasalam, Cimarga, Leuwidamar, Cilograng, Rangkasbitung, Cirinten, Gunungkencana, Panggarangan, Cihara, Cijaku, Cileles, Malingping, Cipanas, Maja, Cigembong dan Banjarsari.
Namun, data tersebut juga mencatat bahwa masih terdapat permohonan yang belum seluruhnya direalisasikan. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan data kebutuhan dan kondisi masing-masing lokasi.
Selain BPBD, penanganan kebutuhan air bersih turut melibatkan sejumlah unsur lainnya, di antaranya PMI, BBWS C3, Tagana serta Dinas Sosial.
Sekretaris BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, mengatakan koordinasi menjadi bagian penting dalam proses penyaluran bantuan.
Pemerintah desa dan kecamatan berperan dalam menyampaikan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.
“Yang terpenting masyarakat menyampaikan permohonan kepada BPBD. Setelah itu kami akan menindaklanjuti sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan,” ujar Febby.
Salah satu wilayah yang tercatat menerima distribusi berada di Desa Cihara, Kecamatan Cihara. Dalam rekapitulasi BPBD, terdapat 465 KK atau 838 jiwa yang masuk dalam data penerima, dengan jumlah air bersih yang disalurkan mencapai 36.000 liter.
Besaran bantuan tidak sama di setiap wilayah. Volume air yang dikirim disesuaikan dengan jumlah penerima, permohonan yang masuk serta hasil pendataan kebutuhan di lapangan.
BPBD Lebak mengingatkan warga yang mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih untuk menyampaikan permohonan melalui jalur yang tersedia. Informasi tersebut menjadi dasar bagi petugas dalam melakukan pendataan sekaligus menentukan tindak lanjut distribusi.
Dengan distribusi yang telah mencapai 811.200 liter, penanganan kebutuhan air bersih di Lebak masih berlangsung.
Penyaluran berikutnya akan menyesuaikan permohonan masyarakat dan perkembangan kondisi di masing-masing wilayah. (*/Sahrul).

