Operasi SAR 10 Hari Nihil, Pencarian 8 Korban Speedboat Arupadatu 1 Resmi Dihentikan
PANDEGLANG — Operasi pencarian terhadap delapan korban hilang kontak kapal cepat (speedboat) Arupadatu 1 di perairan Selat Sunda resmi dihentikan pada Kamis (17/9/2026).
Penutupan operasi SAR gabungan ini dilakukan setelah pencarian selama 10 hari—terdiri dari 7 hari masa standar dan 3 hari perpanjangan—tidak membuahkan hasil.
Rombongan yang terdiri atas lima wartawan dan tiga anak buah kapal (ABK) tersebut sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat bertolak menuju perairan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.
Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, menjelaskan bahwa penghentian operasi telah sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan.
”Sesuai aturan, pencarian dilakukan selama 7 hari dan telah diperpanjang 3 hari. Hingga hari ke-10, hasilnya masih nihil. Kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada keluarga korban dan seluruh pihak,” ujarnya dalam rapat evaluasi bersama.
Operasi skala besar ini melibatkan tim gabungan dari Basarnas Banten, Jakarta, Lampung, hingga Bengkulu, serta mendapat dukungan penuh dari TNI AL dan Polairud Polda Banten.
Danlanal Wawan Subagyo Mardani menyatakan bahwa TNI AL telah menerjunkan 5 KRI serta menyiagakan Posal Labuan, Anyer, Sumur, dan Kalianda.
Sementara itu, pihak Polairud Polda Banten mengonfirmasi bahwa dari 13 barang temuan selama operasi seperti jaket pelampung, galon, helm, dan terpalseluruhnya dipastikan tidak identik dengan kapal yang hilang.
Tim gabungan sendiri telah menyisir wilayah Pulau Sertung, Pulau Panjang, Pulau Sebesi, hingga ke perairan Samudra Hindia.
Pihak keluarga korban, yang diwakili oleh istri salah satu jurnalis (Bagus), sempat memohon agar operasi pencarian tetap diperpanjang karena meyakini para korban masih bisa ditemukan.
Di sisi lain, perwakilan insan pers, Aiman Wicaksono (iNews) dan Wisnu (Merdeka.com), menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam atas kerja keras seluruh tim SAR gabungan, sekaligus menyerahkan keputusan teknis sepenuhnya kepada pihak Basarnas.
Gubernur Banten, Andra Soni, turut menyampaikan duka cita mendalam atas nama masyarakat Banten dan menegaskan dukungannya terhadap keputusan resmi Basarnas.
”Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah berjuang keras dan memohon maaf atas segala kekurangan dari Pemerintah Provinsi Banten,” tuturnya. (*/Zaki)

