Wisata Anyer

Revitalisasi Sekolah Cilegon 2026, Puluhan SD, SMP dan TK Jadi Sasaran

CILEGON – Program revitalisasi satuan pendidikan dari pemerintah pusat memberikan dukungan besar terhadap peningkatan sarana dan prasarana sekolah di Kota Cilegon, Banten.

Pada 2026, puluhan sekolah negeri maupun swasta di Kota Cilegon mendapatkan bantuan revitalisasi melalui anggaran pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon, Heni Anita Susila mengatakan, program revitalisasi satuan pendidikan tersebut merupakan kebijakan prioritas nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Program tersebut mengacu pada Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025 dan telah mulai dirasakan di Kota Cilegon sejak 2025.

Pada pelaksanaan 2025, Kota Cilegon mendapatkan bantuan revitalisasi untuk tiga sekolah dasar (SD) dan tiga sekolah menengah pertama (SMP).

Sementara pada 2026, jumlah sekolah penerima bantuan meningkat. Heni menyebut pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara bertahap dan tidak serentak.

“Alhamdulillah di tahun 2026 ini kita sudah mendapatkan bantuan revitalisasi ini untuk SD ada 27 sekolah baik negeri maupun swasta, SMP ada 14 sekolah baik negeri maupun swasta dan TK itu 17 sekolah,” ujar Heni, Rabu (30/9/2026).

Menurut Heni, bantuan tersebut menjadi tambahan dukungan bagi Pemerintah Kota Cilegon dalam meningkatkan pemerataan sarana dan prasarana pendidikan.
Salah satu sekolah yang tengah menjalani revitalisasi adalah SDN Kotasari. Dalam pelaksanaan revitalisasi tersebut, sejumlah ruangan di sekolah diperbaiki sehingga kegiatan belajar mengajar untuk sementara harus dilakukan dengan menumpang di SMP YP 17.

“Jadi itu sangat membantu tentu saja, bahkan kemarin dengan pak wali kota kita berkunjung ke sekolah yang sedang di revitalisasi semuanya yaitu SD Kotasari sehingga anak-anak tidak bisa belajar disitu akhirnya menumpang di SMP YP 17 dan itu semua ruangannya di revitalisasi ada tujuh ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu lab IT, ruang guru sama ruang kepala sekolah. Jadi ada 11 ruangan yang direhab,” ungkap Heni.

Heni menilai revitalisasi tersebut membantu pemerintah daerah dalam melakukan pemerataan kualitas sarana pendidikan. Selain ruang kelas, terdapat pula sekolah yang mendapatkan bantuan perbaikan fasilitas toilet.

“Tentu saja ini sangat membantu pemerintah kota khususnya dinas pendidikan dalam rangka pemerataan pendidikan khusunya dari sarana prasarana,” ujarnya.

Menurut dia, perbaikan sarana dan prasarana sekolah diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi para siswa.

“Insyaallah mudah-mudahan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kita sehingga merasa nyaman di sekolah. Sekolah-sekolah ini tentu saja sangat senang karena revitalisasi ini merupakan program pemerintah yang cukup luar biasa sangat membantu pemerintah kota dan kabupaten khususnya juga Kota Cilegon dan ini sangat dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.

Heni menjelaskan, program revitalisasi dari pemerintah pusat menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap daerah dalam memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Ia membandingkan skala pekerjaan yang dapat dilakukan melalui program revitalisasi dengan kemampuan anggaran pendidikan dari APBD Kota Cilegon.

“Ini program pemerataan pendidikan se Indonesia sebetulnya tapi ternyata Cilegon mendapatkan justru lebih banyak dari pusat daripada dari APBD, karena kalau kita bandingkan dari APBD kan kita hanya merehab satu dua ruang kelas membangun perpustakaan satu ruangan tapi kalau dari revitalisasi itu contoh SDN Kotasari, SDN 4 Cilegon itu yang direhab hampir seluruhnya, semua ruangannya, ruang kelas, ruang guru ruang kepala sekolah kemudian toiletnya,” paparnya.

Dengan dukungan tersebut, pemerintah daerah dapat terbantu ketika kemampuan anggaran daerah memiliki keterbatasan untuk melakukan rehabilitasi dalam skala besar.

“Jadi ini sangat membantu, pada saat pemerintah daerah terbatas anggaran ternyata pemerintah pusat membantu maksimal dan ini berjalan sampai 2029. Ini APBN anggarannya swakelola langsung ke sekolah, jadi dindik hanya sosialisasi, pembinaan dan pengawasan. Jadi yang mengelola yang lainnya kepala sekolah karena anggarannya pun turunnya ke sekolah,” ujarnya.

Heni menyebut, perkiraan anggaran program revitalisasi dari pemerintah pusat di Kota Cilegon pada 2026 mencapai sekitar Rp40 miliar. Angka tersebut dibandingkan dengan anggaran dari APBD Kota Cilegon yang disebut sekitar Rp18 miliar.

“Perkiraaan kalau tidak salah untuk tahun ini Rp40 miliar semua dari awal tahun sampai sekarang kalau APBD Rp 18 miliar,” tandasnya. ***

HKTI Banten
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien