Bawa Suara Anak Tigaraksa, Ihda Mawaddatussyajaiah Maju sebagai Duta Anak Kabupaten Tangerang
TANGERANG — Panggung pemilihan Duta Anak Kabupaten Tangerang menjadi ruang bagi Ihda Mawaddatussyajaiah untuk membawa lebih dari sekadar ambisi meraih gelar. Pelajar kelas X MAN 1 Tigaraksa itu maju sebagai delegasi Kecamatan Tigaraksa dengan membawa pengalaman organisasi, kepemudaan dan kegiatan sosial.
Bagi Ihda, keikutsertaannya dalam ajang tersebut merupakan kesempatan untuk membawa perspektif anak-anak Tigaraksa ke ruang yang lebih luas.
Sejumlah pengalaman dalam kegiatan kepemudaan, forum anak, organisasi serta aktivitas sosial menjadi bekal yang dibawanya dalam mengikuti tahapan pemilihan Duta Anak Kabupaten Tangerang.
Dokumentasi kegiatan dan sertifikat yang dimilikinya menjadi bagian dari perjalanan Ihda dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan kepedulian sosial.
Dukungan terhadap keikutsertaan Ihda juga datang dari Kustiono Kepala MAN 1 Tigaraksa, ia menilai ajang Duta Anak dapat menjadi ruang positif bagi para pelajar untuk mengembangkan kemampuan organisasi dan kepemimpinan.
“Saya sangat mendukung, itu kan Duta Anak, jadi saya sangat mendukung karena di situ anak-anak belajar untuk berorganisasi, belajar untuk menjadi leader. Pokoknya banyak hal yang bisa dipelajari di situ,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan siswa MAN 1 Tigaraksa dalam berbagai ajang pengembangan diri bukan hal baru.
Kegiatan serupa, baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten, disebut telah menjadi agenda yang rutin diikuti para siswa.
“Dalam keikutsertaan di MAN 1 setiap tahun itu selalu ada. Di kecamatan ada, di kabupaten ada, itu sudah biasa dan sudah rutin. Intinya kita mendukung karena itu untuk kebaikan anak. Talenta anak kan bisa tersalurkan di situ,” katanya.
Sebagai delegasi Kecamatan Tigaraksa, Ihda ingin memperkenalkan potensi anak-anak di wilayahnya sekaligus mendorong agar suara anak mendapat ruang dalam berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemenuhan hak, perlindungan dan partisipasi anak.
Menurutnya, anak tidak semestinya hanya ditempatkan sebagai penerima program.
Anak juga perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, mengembangkan potensi dan terlibat dalam lingkungan sosialnya.
Karena itu, pencalonannya sebagai Duta Anak tidak hanya dipandang sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga sebagai ruang belajar untuk menyampaikan aspirasi dan memperluas peran anak dalam kehidupan bermasyarakat.
Dari Tigaraksa, Ihda kini membawa satu pesan sederhana: suara anak perlu didengar.
Melalui panggung Duta Anak Kabupaten Tangerang, pelajar MAN 1 Tigaraksa itu berharap pengalaman dan gagasan yang dimilikinya dapat menjadi jembatan bagi aspirasi anak-anak Tigaraksa agar ikut terdengar dalam percakapan pembangunan di tingkat kabupaten.***


