Darurat Sampah Sungai Cibanten, Relawan Minta Pemkot Serang Tambah 12 Titik Bak Sampah
SERANG – Minimnya fasilitas pembuangan sampah di sepanjang aliran Sungai Cibanten menjadi salah satu persoalan yang disoroti dalam aksi bersih-bersih sungai pada Kamis (29/10/2026).
Para relawan menilai, penambahan tempat pembuangan sampah (TPS) di kawasan permukiman bantaran sungai perlu segera dilakukan untuk mencegah kebiasaan warga membuang sampah ke aliran sungai.
Koordinator Relawan Fesbuk Banten News, Jazuli, mengatakan, berdasarkan pemetaan yang dilakukan, terdapat 12 titik yang membutuhkan fasilitas bak sampah.
Namun, hingga saat ini baru tersedia enam titik bak sampah yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Jadi, dari 12 titik yang kami petakan, baru ada enam titik bak sampah yang tersedia untuk menampung sampah warga. Artinya, masih ada kebutuhan penambahan fasilitas agar masyarakat memiliki tempat membuang sampah yang layak,” ujar Jazuli, Jumat (30/10/2026).
Menurutnya, penambahan bak sampah perlu diprioritaskan di kawasan permukiman padat penduduk yang berada di bantaran Sungai Cibanten.
Terutama di area belakang perumahan yang selama ini kerap menjadi lokasi pembuangan sampah secara liar.
Jazuli menegaskan, penyediaan fasilitas tersebut harus dibarengi dengan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat.
Untuk itu, ia meminta aparat kewilayahan, mulai dari pihak kecamatan, RT hingga RW, lebih aktif mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan dan tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.
“Fasilitas harus tersedia, tetapi kesadaran masyarakat juga harus dibangun. Peran kecamatan, RT dan RW sangat penting untuk mengedukasi warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai,” katanya.
Sejumlah bak sampah yang saat ini sudah tersedia berada di beberapa lokasi, di antaranya kawasan belakang Rumah Sakit Umum, belakang Perumahan Angsoka, Jembatan Polsek Cikulung, jembatan sebelum kawasan Pamindangan, serta wilayah Koncing.
Adapun rencana penambahan fasilitas kebersihan tersebut diharapkan dapat dikoordinasikan bersama lintas instansi, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Dalam aksi bersih-bersih Sungai Cibanten tersebut, sekitar 400 personel gabungan dari berbagai komunitas peduli lingkungan dan unsur pemerintah turut diterjunkan.
Kegiatan ini melibatkan relawan dari berbagai daerah di Provinsi Banten. Tidak hanya dari Kota dan Kabupaten Serang, sejumlah peserta juga datang dari daerah lain, termasuk Tangerang Selatan.
Pembersihan dilakukan di sepanjang aliran sungai dengan jangkauan sekitar 18 hingga 20 kilometer, mulai dari kawasan Rumah Dinas Gubernur Banten hingga wilayah Koncing.
Melalui aksi kolaboratif tersebut, para relawan berharap persoalan sampah di Sungai Cibanten tidak hanya ditangani melalui kegiatan pembersihan sesaat.
Namun, perlu ada langkah berkelanjutan berupa penambahan fasilitas pembuangan sampah, pengangkutan rutin, serta peningkatan kesadaran masyarakat.
Dengan demikian, Sungai Cibanten diharapkan dapat terbebas dari pencemaran sampah rumah tangga dan kembali terjaga kebersihannya.***

