28 Tahun Satria Setia Bhakti Pemuda Al-Khairiyah
CILEGON – Diresmikan sejak 31 Desember 1992, Pemuda Al-Khairiyah ingin terus bermanfaat sebagai Satria Setia Bhakti dalam memasuki usia yang ke-28 Tahun. Dimana, Pemuda Al-Khairiyah sebagai badan otonom Al-Khairiyah, mereka ingin concern pada Tri Perjuangan Pemuda Al-Khairiyah.
Pengurus Wilayah Himpunan Pemuda Al-Khairiyah Provinsi Banten mengatakan keinginannya fokus dalam menciptakan Pemuda yang intelektualnya berkualitas, untuk kepentingan Al-Khairiyah dan bangsa.
“Mewujudkan Pemuda yang memiliki kecenderungan hatinya berbuat kebaikan untuk Al-Khairiyah. Lalu, menciptakan pemuda yang jiwa dan raganya, siap berjuang untuk kemajuan Al-Khairiyah,” kata Ketua DPW Himpunan Pemuda Al-Khairiyah Provinsi Banten Ahmad Munji, Kamis (31/12/2020).

Berdasarkan pemikiran ini, Pengurus Pemuda Al-Khairiyah tetap memegang tradisi pemikiran keagamaan tersendiri, yang menjadi ciri khas Al-Khairiyah yaitu Al-Khairiyah menganut aliran dengan cara berfikir yang cenderung pada pemikiran moderat, yang bersifat modernist dalam tradisi pengamalan keagamaan.
“Kami mengajak para Pemuda dan Alumnus Al-Khairiyah untuk tampil di depan. kita sama – sama mewujudkan kebangkitan Al-Khairiyah ini dengan menciptakan gagasan dan narasi yang dapat membawa para pemuda Al-Khairiyah untuk berperan lebih jauh lagi,” jelasnya di hari jadi ke 28 Tahun.
Ia mewanti-wanti, jangan sampai bidang yang potensial terkubur diambil oleh pihak-pihak lain, selain Al-Khairiyah. Pemuda Al-Khairiyah harus memiliki kemauan yang tinggi, yang diiringi mempunyai tendensi kecintaan terhadap Al-Khairiyah.
“Kita harus Komitmen dan memiliki kemauan untuk menampilkan diri, sebagai pemuda Al-Khairiyah kita berpartisipasi dalam proses pembangunan di Indonesia, baik sekarang maupun masa yang akan datang. Harapan Kedepan DPW Himpunan Pemuda Al-Khairiyah dapat mengaktifkan kepengurusan di delapan Kabupaten/Kota Se-Provinsi Banten,” pungkasnya. (*/A.Laksono).

