Ancam Warga Muhammadiyah, PB Al-Khairiyah Kecam Pernyataan Peneliti BRIN

Dprd ied

 

CILEGON– Sekretaris Jenderal PB Al-Khairiyah Ahmad Munji mengecam keras pernyataan atau komentar peneliti di Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangeran Hasanuddin di media sosial yang bernada ancaman terhadap warga Muhammadiyah

Menurutnya pernyataan Andi Pangeran Hasanuddin yang akan membunuh warga Muhamadiyah di media sosial sangat melampaui batas norma, hukum dan melukai rasa persaudaraan sesama warga bangsa yang beradab.

Ahmad Munji menyebutkan jika menganalisa narasi kalimat saudara Andi Pangeran Hasanuddin, saat ini telah memicu kegaduhan dan berpotensi memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa tersebut seakan menimbulkan pertanyaan jangan – jangan ada kelainan jiwa atau memang dia sedang mengalami psikopat.

dprd tangsel

“Ya karena kalau orang waras tentu tidak ada alasan untuk membunuh orang lain tanpa dasar apa lagi mau membunuh orang-orang yang tergabung dalam Muhamadiyah, memangnya dia siapa?,” ujar Munji, Rabu (26/4/2023).

Menurut Munji, BRIN sebagai lembaga riset seharusnya diisi oleh mereka yang menunjukan kapasitas keintelektualannya untuk mencerdaskan masyarakat dan memiliki integritas untuk kemajuan bangsa dan negara, bukan sebaliknya seperti preman kampung yang mengumbar ancaman dalam ruang publik.

“Pernyataan ancaman dalam media sosial yang bersangkutan seolah menambah fitnah seolah mengaitkan Muhamadiyah dengan HTI dan kegaduhan di negeri ini,” papar Munji.

Munji menegaskan, sebagai bentuk solidaritas sesama ormas Islam, Al-Khairiyah mengecam pernyataan tersebut serta mendesak kepada aparat penegak hukum untuk memeriksa yang bersangkutan dan juga mendesak agar lembaga BRIN memberhentikan yang bersangkutan karena telah membuat kegaduhan.

“Orang-orang penyebar fitnah semacam ini patut mendapat kecaman bahkan hukuman karena dapat berpotensi memicu disintegrasi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan bangsa. Sekaligus pembelajaran agar siapapun bijak dalam bermedia sosial,” tutupnya. (*/Nas)

Golkat ied