Atasi Krisis Air, PDAM Cilegon Kejar Saluran ke Wilayah Pegunungan

CILEGON– Perumda Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-Cilegon) terus memperluas jaringan perpipaan untuk mengatasi persoalan akses air bersih, terutama di wilayah pegunungan.

Direktur Utama Perumda Air Minum Cilegon Mandiri (PDAM-Cilegon), Ikhwan Kurniawan, Selasa (28/7/2026) mengatakan, pasokan air baku PDAM saat ini masih aman meski Kota Cilegon tengah menghadapi musim kemarau.

“Aman, alhamdulillah. Kemarin kita sudah bicara sama PT KTI, karena kan kita sumbernya dari PT KTI ya. Jadi konfirmasi terakhir pas kita ketemu itu di Cidanau memang agak sedikit berkurang, tapi belum signifikan berkurangnya,” ujar Ikhwan, Rabu (29/7/2026).

Ia berharap musim kemarau tidak berlangsung terlalu lama agar ketersediaan air baku tetap terjaga dan tidak berdampak pada pelayanan kepada pelanggan.

“Mudah-mudahan kemarau ini enggak terlalu lama ya. Terus recharge dari Cidanaunya tidak terganggu banyak, sehingga ke kitanya juga tidak ada pengurangan kuota alirannya,” katanya.

Ikhwan menyebutkan, PDAM Cilegon masih memiliki sisa kuota air yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas cakupan pelayanan. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kecamatan Pulomerak.

“Kalau kita masih banyak sih. Masih ada sisa. Justru sisanya mau kita larikan ke wilayah Pulomerak itu. Supaya Pulomerak-nya sesuai arahan Pak Wali diperlakukan sama,” ungkapnya.

Untuk memperluas pelayanan, PDAM Cilegon terus memperkuat infrastruktur jaringan perpipaan, khususnya di wilayah yang selama ini sulit mendapatkan akses air bersih.

“Secara infrastruktur kita harus mempersiapkan semaksimal mungkin ya. Sekarang ini kita sudah ada pelayanan di sebagian Pulomerak, terutama di Cipalas yang alhamdulillah sudah terbukti 24 jam alirannya sampai ke rumah,” jelas Ikhwan.

Menurutnya, pelayanan air bersih di Cipalas menjadi salah satu model yang akan dikembangkan ke wilayah lainnya.

PDAM berupaya agar masyarakat bisa mendapatkan air langsung melalui jaringan perpipaan hingga ke rumah.

“Bukan ngangsu ya, tapi ada di rumah gitu. Nah, ini nanti kita jaga infrastrukturnya supaya tidak terjadi gangguan,” katanya.

Ikhwan mengatakan, perluasan jaringan juga diarahkan ke sejumlah wilayah pegunungan yang masih membutuhkan peningkatan akses air bersih.

Respons masyarakat terhadap pembangunan jaringan perpipaan dinilai cukup positif.

Hal itu, kata dia, terlihat dari sambutan warga di wilayah Merak setelah pemasangan jaringan pipa di kawasan Mekarsari dan Tamansari.

“Karena kemarin melihat bagaimana Merak merespons pemasangan kita pipa ya, untuk wilayah Mekarsari sama Tamansari, ugh luar biasa,” ungkapnya.

Selain memperluas jaringan, PDAM Cilegon juga mulai menyiapkan kebutuhan air baku untuk jangka panjang. Salah satunya dengan mengajukan tambahan kuota pasokan kepada PT Krakatau Tirta Industri (KTI).

“Maka kita dari sekarang sudah mulai meminta tambahan kuota itu. Mungkin sih penggunaannya tidak langsung 2027 ya, tapi setelahnya itu. Tapi kan kalau kita sudah ada kuotanya, kita enggak terlalu khawatir gitu,” kata Ikhwan.

Saat ini, PDAM Cilegon masih memiliki sisa kuota air sekitar 53 liter per detik. Namun, pertumbuhan pelanggan dan perluasan wilayah pelayanan diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan air sehingga penambahan kuota perlu dipersiapkan sejak dini.

PDAM Cilegon bersama PT KTI saat ini masih membahas rencana penambahan kuota tersebut.

Pemerintah Kota Cilegon mengusulkan tambahan kuota sebesar 30 liter per detik untuk mendukung kebutuhan pelayanan masyarakat ke depan.

“Pak Wali arahannya mintanya 30 liter per detik. Kemarin kita sudah sama-sama sudah bikin tim, tim dari KTI sama tim dari kita untuk membicarakan bagaimana kira-kira ini bisa direalisasikan,” jelas Ikhwan.

Ia menambahkan, perjanjian kerja sama pasokan air antara PDAM Cilegon dan PT KTI akan berakhir pada tahun ini. Pembahasan kelanjutan kerja sama dan kebutuhan kuota baru dilakukan untuk memastikan keberlanjutan pelayanan air bersih.

“Kalau kita kan perjanjian ini nanti akan berakhir di tahun ini. Kalau perjanjian nanti 2027, mungkin 2027,” katanya.

Ikhwan merinci, kuota air existing PDAM Cilegon saat ini mencapai 260 liter per detik, sedangkan pemanfaatannya sekitar 207 liter per detik.

Dengan demikian, masih terdapat sisa kuota sekitar 53 liter per detik yang dapat dimanfaatkan untuk menambah pelanggan dan memperluas pelayanan air bersih ke wilayah yang membutuhkanl.(*/ARAS)

Comments (0)
Add Comment