Baru Dua Tahun Dibangun, TPT Jembatan Kubangsari Cilegon Roboh Diterjang Banjir

CILEGON – Jembatan di ruas Jalan Kubang Sari, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Kota Cilegon, roboh akibat menerjang derasnya arus banjir pada Januari 2026.

​Ironisnya, jembatan yang dibangun oleh Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) pada tahun 2024 tersebut baru berusia sekitar dua tahun sebelum akhirnya runtuh.

​Berdasarkan pantauan di lokasi, saluran Tembok Penahan Tanah (TPT) terlihat tidak sejajar dengan konstruksi jembatan yang lama.

Ketidaksesuaian ini diduga kuat menjadi salah satu pemicu utama kegagalan struktur saat debit air meningkat.

​Salah seorang warga setempat, Arif, menuturkan bahwa robohnya jembatan terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah Ciwandan dan memicu banjir bandang.

“Hujannya lebat sekali sampai kemarin banjir, kemudian roboh diterjang air,” ungkap Arif kepada Fakta Banten, Jumat (14/8/2026).

​Arif menambahkan bahwa pembangunan TPT di sekitar jembatan tersebut juga tergolong baru, yakni sekitar dua tahun lalu.

Namun, ia menilai perencanaan konstruksi TPT tersebut bermasalah karena tidak presisi.

​”Jelas salah, Mas. Masa TPT-nya tidak sejajar dengan bangunan lama? Akhirnya aluran air menabrak dinding karena jalurnya terhalang dan tidak sejajar,” tegasnya.

​Melihat kondisi tersebut, warga berharap Pemerintah Kota Cilegon segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konstruksi jembatan, pondasi, hingga TPT.

​Pemeriksaan teknis dinilai penting untuk mengungkap penyebab pasti kerusakan, sekaligus memastikan proses rekonstruksi mendatang dilakukan dengan kualitas yang lebih kuat dan tahan terhadap lonjakan debit air di musim hujan.(*/Ali)

Comments (0)
Add Comment