PANDEGLANG – Material abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau dilaporkan telah sampai ke sejumlah wilayah di Banten, seperti Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon bahkan hingga Lebak.
Ramai sejumlah postingan warganet di media sosial, mereka mengaku merasakan dan melihat abu hitam nampak tebal berterbangan dan menempel di fasilitas kendaraan maupun di lantai rumah.
Sejumlah warga yang tengah berada di luar rumah mengaku merasakan gangguan pada mata, Sabtu (5/9/2026) malam.
Informasi yang dihimpun, warga di Cikuya Kecamatan Majasari, Ciwasiat Kecamatan Pandeglang, hingga Pasir Tangkil yang berbatasan dengan Kabupaten Lebak merasakan kondisi tersebut.
Dendi, warga Pasir Tangkil, mengaku awalnya melihat unggahan di status whatsApp teman-temannya. Ia kemudian mencoba menyorot dengan lampu senter dan melihat butiran kecil berjatuhan.
“Saya lihat story whatsApp teman-teman, saya coba senter dan saya lihat sendiri ada debu-debu kecil yang jatuh,” ungkapnya.
Ia menyebut hal ini kali pertama terjadi di lingkungannya, padahal di sekitar rumahnya masih banyak pepohonan.
Hal senada disampaikan Yusep, warga Cikuya. Ia melihat lantai keramik rumahnya kotor dan setelah diraba ternyata berupa debu.
“Saya lihat kok kotor amat lantai, saya coba raba ternyata debu, yang setelah sedikit terkumpul jadi warna kehitaman,” ujarnya.
Setelah disapu, debu kecil berwarna kehitaman itu cukup banyak. Yusep menduga material tersebut berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau karena banyak pemberitaan di media sosial terkait letusan gunung itu.
Kesaksian lain datang dari Putri, warga Cipacung. Saat keluar membeli bakso menggunakan sepeda motor, ia merasakan mata pedih. Anaknya yang ikut juga merengek karena hal yang sama.
Sampai saat ini belum ada pernyataan resmi dari BPBD Pemprov Banten maupun kabupaten/kota terkait penanganan laporan tersebut.
Wartawan juga masih berupaya mengkonfirmasi kepada instansi berwenang tentang informasi dampak dan tingkat sebaran abu vulkanik yang dialami warga Banten.
Selain di Banten, di media sosial juga ramai oleh postingan warga Provinsi Lampung yang merasakan dampak yang sama hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau kali ini.
PVMBG sebelumnya menyatakan status Gunung Anak Krakatau masih Siaga Level III.
Masyarakat diimbau tidak mendekati kawah dalam radius 3 km dan menggunakan masker jika berada di luar ruangan saat terjadi hujan abu. (*/Ajo)