Terkait Isu Pergantian Ketua DPRD Cilegon, Ini Kata Masyarakat Grogol

CILEGON – Dinamika politik pasca pilkada Kota Cilegon terus bergulir. Adanya isu politik terkait pergantian Ketua DPRD Kota Cilegon dari Partai Golkar ditanggapai serius oleh tokoh pemuda Kecamatan Grogol Luthfi Abdullah.

Adanya isu politik pergantian ketua Dewan adalah sebuah isu politik belaka, karena menurut Luthfi, Partai Golkar Cilegon tidak memiliki dasar untuk mengganti kader terbaik mereka, Ketua DPRD saat ini.

“Endang Efendi adalah salah satu kader terbaik Partai Golkar di Kota Cilegon, dengan perolehan suara 5.500 di zona III Grogol – Pulomerak, bahkan Endang Efendi memperoleh suara paling terbanyak diantara semua Dewan dari partai manapun dan dari zona yang ada atau yang menjabat saat ini,” ujar Luthfi Abdullah.

Untuk itu Ia selaku pemilih atau konstituen dari kecamatan grogol mempertanyakan legalitas dan atas dasar kesalahan apa Ketua Dewan ini akan diganti.

“Apa hanya karena ada perbedaan pandangan politik antara Ketua Dewan dengan orangtuanya (Sahruji -Red). Alasan tersebut tidak mendasar menurutnya hal ini tidak diatur dalam AD/ART Partai Golkar, kami sebagai pendukung Endang Efendi tidak akan terima apabila tokoh terbaik dari zona Grogol ini diganti,” bebernya.

Hal senada juga disampaikan Muhadi Pendukung Endang Efendi dari Kelurahan Kotasari Kecamatan Grogol.

“Saya dan kawan kawan lainnya memilih Endang Efendi tidak melihat beliau dari partai mana, karena menurutnya sosok Endang Efendi adalah orang yang baik dan layak di mata kawan-kawan, untuk itu kami sebagai pemilihnya tidak akan pernah rela posisi beliau tergantikan dengan alasan yang tidak jelas,” ujar Muhadi yang biasa akrab dipanggil Kang Juki.

“Untuk itu kami para pendukung Endang Efendi meminta kepada DPD I Partai Golkar Banten atau DPP Partai Golkar meminta agar ketua Dewan untuk tidak diganti. Partai Golkar Cilegon hendaknya bisa memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyakarat,” pungkas Juki sambil berharap pergantian kursi Ketua Dewan tersebut tidak terjadi dan hanya isu belaka. (*/Red)

Comments (0)
Add Comment