QRIS Tap Diluncurkan, Tarif DAMRI dari Serang – Baduy Cuma Rp1 Berlaku Sabtu-Minggu

SERANG – Program pembayaran digital QRIS Tap resmi diluncurkan untuk mendukung akses transportasi wisata budaya menuju kawasan Baduy, Kabupaten Lebak, Banten.

Melalui program ini, masyarakat dapat menikmati layanan angkutan umum Perum DAMRI rute Serang–Ciboleger pulang pergi dengan tarif promo hanya Rp1.

Program tarif khusus tersebut berlaku mulai 26 April hingga 31 Mei 2026 dan hanya dapat dinikmati setiap hari Sabtu dan Minggu melalui sistem pembayaran QRIS Tap.

General Manager DAMRI Serang, Maman Suparman, mengatakan promo ini merupakan hasil kerja sama DAMRI dengan Bank Indonesia sebagai bagian dari upaya mendorong digitalisasi pembayaran di sektor transportasi umum.

“Program tarif Rp1 ini berlaku mulai 26 April sampai 31 Mei 2026. Hanya di hari Sabtu dan Minggu, dengan kuota terbatas 30 penumpang per hari,” ujar Maman, Senin (27/4/2026).

Ia menjelaskan, di luar kuota promo tersebut, masyarakat tetap dapat menggunakan layanan DAMRI dengan tarif normal sebesar Rp25 ribu per penumpang.

“Tarif normal rute Serang ke Baduy maupun Rangkasbitung ke Baduy sebesar Rp25 ribu,” katanya.

Armada dan Titik Keberangkatan

Untuk melayani rute menuju kawasan Baduy, DAMRI menyiapkan armada reguler yang beroperasi setiap hari. Keberangkatan dari arah Serang dilakukan melalui Terminal Pakupatan.

Sementara dari wilayah Rangkasbitung, titik keberangkatan tersedia di Terminal Mandala dan kawasan PTKI Rangkasbitung sebelum melanjutkan perjalanan menuju Baduy.

Maman menambahkan, layanan rute menuju Baduy sebenarnya telah beroperasi sekitar tiga tahun. Namun, promo tarif Rp1 baru diterapkan tahun ini seiring penerapan sistem pembayaran digital.

Menurut Maman, penggunaan QRIS Tap merupakan bagian dari transformasi layanan DAMRI menuju sistem pembayaran non tunai secara menyeluruh.

Ia menyebut sejumlah trayek DAMRI di Banten saat ini juga telah menerapkan pembayaran digital, termasuk rute Merak menuju Bandara Soekarno-Hatta. “Untuk rute Merak ke Bandara Soekarno-Hatta hampir 100 persen sudah menggunakan sistem non tunai,” ujarnya.

Selain itu, trayek antarkota antarprovinsi dari Serang menuju Palembang, Lampung, hingga Yogyakarta juga mulai menggunakan sistem serupa.

Terkait keamanan perjalanan, Maman memastikan seluruh armada DAMRI telah dilengkapi fasilitas keselamatan sesuai standar operasional.

“Bus kami sudah dilengkapi perlengkapan keselamatan seperti pemecah kaca, kotak P3K, dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.

Pihak DAMRI berharap kehadiran layanan transportasi dengan tarif terjangkau dan sistem pembayaran modern ini dapat mempermudah mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan Baduy.

“Kami ingin melayani masyarakat dengan baik, agar akses transportasi semakin mudah, tarif jelas, dan terjangkau. Dengan dukungan pemerintah daerah dan Bank Indonesia, kami siap terus melayani masyarakat,” harapnya. ***

Comments (0)
Add Comment