Bupati Lebak Dorong Bahasa Sunda Kembali Diajarkan di Sekolah, Program Revitalisasi Raih Penghargaan Nasional

LEBAK – Komitmen Pemerintah Kabupaten Lebak dalam menjaga warisan budaya daerah mulai menunjukkan hasil.

Di bawah dorongan Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, bahasa Sunda kini kembali diperkuat sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah negeri dan mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

Program revitalisasi bahasa daerah tersebut bahkan berhasil mengantarkan Kabupaten Lebak menerima penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas upaya pelestarian budaya lokal melalui dunia pendidikan.

Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, menegaskan bahwa bahasa daerah memiliki nilai penting dalam menjaga identitas masyarakat Sunda di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.

Menurutnya, pengalaman menggunakan bahasa Sunda di luar daerah maupun luar negeri membuktikan bahwa bahasa daerah mampu menciptakan kedekatan emosional antarsesama masyarakat Sunda.

“Ketika bertemu sesama orang Sunda lalu berbicara menggunakan bahasa daerah, suasananya langsung terasa akrab. Itu sebabnya bahasa daerah harus tetap dijaga,” ujar Hasbi, Kamis (28/5/2026).

Ia menilai langkah menghadirkan kembali bahasa Sunda sebagai muatan lokal di sekolah menjadi bagian penting dalam menjaga akar budaya masyarakat Lebak agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman dan budaya digital.

Hasbi juga memberikan apresiasi kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dodi Irawan, yang dinilai berhasil merealisasikan program revitalisasi bahasa daerah melalui sektor pendidikan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Dodi Irawan, mengatakan penghargaan nasional tersebut bukan sekadar simbol prestasi, tetapi bentuk penghormatan terhadap bahasa ibu sebagai warisan budaya dan peradaban masyarakat.

“Ini menjadi pengingat bahwa bahasa daerah harus tetap dimuliakan dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Dodi menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Lebak selama ini terus memperkuat pelestarian bahasa Sunda melalui berbagai program pendidikan dan kebudayaan.

Mulai dari pembelajaran muatan lokal, lomba pidato bahasa Sunda, festival dongeng daerah hingga pembiasaan penggunaan bahasa Sunda di lingkungan sekolah.

Menurutnya, penguatan bahasa daerah penting dilakukan agar generasi muda tetap memiliki kedekatan dengan identitas budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar.

“Bahasa daerah bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga menyimpan nilai, karakter, dan sejarah masyarakat,” ujarnya.

Program revitalisasi bahasa Sunda di sekolah-sekolah negeri di Kabupaten Lebak diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga generasi muda terhadap budaya daerahnya sendiri.

Selain menjadi kebanggaan daerah, penghargaan dari pemerintah pusat itu juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya lokal masih relevan dan dapat berjalan berdampingan dengan perkembangan teknologi dan modernisasi. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment