Warga Lebak Keluhkan Kabel PLN Semrawut, Khawatir Picu Bahaya di Permukiman

LEBAK – Kondisi kabel listrik yang dinilai semrawut di kawasan Babakan Rumbut, Desa Nameng, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, mulai dikeluhkan warga.

Kabel yang menjuntai rendah dan tampak tidak tertata itu dikhawatirkan membahayakan keselamatan masyarakat, terutama saat hujan dan angin kencang.

Keluhan warga muncul karena kondisi kabel di sejumlah titik terlihat bercampur dan menggantung di dekat rumah maupun akses jalan lingkungan.

Selain mengganggu pemandangan, warga khawatir situasi tersebut berpotensi memicu korsleting hingga kebakaran.

Salah seorang warga Babakan Rumbut, Adit, mengatakan kondisi kabel semrawut itu sudah berlangsung cukup lama namun belum terlihat adanya penataan.

“Kalau dilihat memang sudah tidak rapi. Kabel banyak yang menggantung rendah dan bikin khawatir warga,” ujar Adit, Kamis (28/5/2026).

Menurutnya, saat cuaca buruk kondisi kabel sering bergerak tertiup angin sehingga membuat warga takut terjadi gangguan listrik maupun percikan api.

Ia berharap ada pengecekan langsung dari pihak terkait agar kondisi jaringan listrik di lingkungan tersebut bisa segera dirapikan sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar.

“Warga cuma ingin ada penanganan supaya aman. Apalagi di sini banyak anak-anak yang sering main di sekitar jalan lingkungan,” katanya.

Selain faktor keselamatan, kondisi kabel yang tidak tertata juga dinilai membuat kawasan permukiman terlihat kumuh dan kurang nyaman dipandang.

Beberapa warga mengaku khawatir apabila kabel yang menjuntai terlalu rendah tersangkut kendaraan besar maupun menimpa warga saat terjadi kerusakan jaringan.

Masyarakat berharap pihak terkait dapat melakukan pemeriksaan serta penataan ulang jaringan kabel agar lingkungan permukiman menjadi lebih aman dan tertib.

Keluhan soal kabel listrik semrawut sendiri kerap menjadi perhatian warga di sejumlah wilayah padat penduduk, terutama karena berkaitan langsung dengan keselamatan dan kenyamanan lingkungan. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment