LEBAK– Pemerintah Kabupaten Lebak turut mengikuti perkembangan pencarian lima wartawan dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Perhatian khusus diberikan kepada Muhamad Bagus Khoirunnas (27), pewarta foto LKBN ANTARA Biro Banten yang diketahui merupakan warga Kabupaten Lebak.
Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lebak, Abdul Waseh Hasas S.pd. MA, menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut.
Ia berharap operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan segera menemukan para jurnalis dan awak kapal dalam kondisi selamat.
“Kami turut berbela sungkawa. Semoga seluruh teman-teman jurnalis dan awak kapal segera ditemukan dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Waseh kepada Fakta Banten, Rabu (16/9/2026).
Menurut Waseh, kabar hilangnya rombongan tersebut menjadi perhatian tersendiri bagi lingkungan pemerintahan daerah maupun insan pers di Kabupaten Lebak.
Terlebih, salah satu wartawan yang masih dalam pencarian merupakan putra daerah yang selama ini menjalankan tugas jurnalistik di wilayah Banten.
Bagus diketahui berada dalam rombongan yang berangkat dari kawasan Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk menjalankan tugas peliputan.
Kapal cepat yang ditumpangi rombongan tersebut kemudian dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026.
Selain Bagus, empat jurnalis lainnya yang dilaporkan berada dalam kapal tersebut yakni Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudhistira dari iNews, Firdaus dari Anadolu Agency, serta Donal yang merupakan jurnalis lepas. Mereka bersama tiga awak kapal hingga kini masih dalam proses pencarian.
Waseh berharap upaya pencarian yang dilakukan berbagai unsur dapat segera memberikan kepastian bagi keluarga.
Menurutnya, informasi mengenai perkembangan operasi juga perlu disampaikan secara hati-hati agar masyarakat memperoleh informasi yang jelas dan tidak menimbulkan kabar yang belum terverifikasi.
“Kami berharap proses pencarian yang dilakukan tim SAR segera membuahkan hasil dan seluruh yang masih dalam pencarian dapat ditemukan,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Lebak juga mengimbau masyarakat untuk memperoleh informasi mengenai operasi pencarian melalui sumber resmi. Hal tersebut dinilai penting agar informasi yang beredar tidak menambah keresahan keluarga maupun masyarakat.
Sementara itu, proses pencarian terhadap rombongan tersebut terus dilakukan oleh tim SAR gabungan. Wilayah pencarian dikembangkan berdasarkan hasil analisis dan informasi yang diperoleh dari lapangan.
Hingga kini, keluarga, rekan sesama jurnalis dan berbagai pihak masih menantikan kabar mengenai keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal tersebut.
Bagi jurnalis Lebak, pencarian ini mendapat perhatian khusus karena Muhamad Bagus Khoirunnas merupakan warga Lebak yang tengah menjalankan tugas jurnalistik ketika peristiwa tersebut terjadi. (*/Sahrul).