LEBAK – Proyek revitalisasi trotoar dan drainase di Jalan Sunan Kalijaga, sekitar Pasar Rangkasbitung, Banten mulai memperlihatkan progres. Proyek tersebut dikerjakan PT Azka Bangun Kontruksi.
Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp4.680.582.000, yang bersumber dari APBD Provinsi Banten Tahun Anggaran 2026.
Kepala Bagian Administrasi Setda Pemkab Lebak, Wahyu Hidayat menyampaikan, proyek tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan Pemerintah provinsi (Pemprov) Banten.
Bentuk kegiatannya berupa perbaikan infrastruktur pejalan kaki atau trotoar serta drainase.
“Harapannya nanti bisa meningkatkan fungsi drainase serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat,” kata Wahyu, Kamis (22/10/2026).
Pihaknya menginginkan, proses pekerjaan berjalan sesuai perencanaan, tepat waktu, tetapi yang tidak kalah penting adalah kualitasnya tetap terjaga.
”Jangan sampai karena mengejar target, aspek mutu dan keselamatan justru terabaikan,” pesannya.
Menurut Wahyu, pengawasan lapangan perlu dilakukan secara berkala untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai ketentuan. Apalagi, proyek berada di kawasan yang masih menjadi ruang aktivitas masyarakat.
Karena itu, ia meminta pelaksana proyek untuk mengutamakan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses pembangunan.
“Karena pekerjaan ini berada di tengah aktivitas masyarakat, kami juga meminta pelaksana memperhatikan keselamatan. Area pekerjaan harus ditata dengan baik sehingga tidak membahayakan pekerja maupun masyarakat yang melintas,” sambungnya.
Selain aspek keselamatan, pengelolaan area kerja juga menjadi perhatian. Material dan peralatan proyek diharapkan ditempatkan secara tertib agar tidak mengganggu mobilitas warga maupun aktivitas usaha di sekitar Jalan Sunan Kalijaga.
Pemkab Lebak juga mendorong agar dampak pekerjaan terhadap masyarakat dapat diminimalkan.
Koordinasi antara pelaksana proyek, pengawas, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk merespons persoalan yang muncul selama pembangunan.
Berdasarkan hasil pemantauan, progres pekerjaan fisik saat ini telah mencapai 24 persen dan ditargetkan selesai secara keseluruhan pada Desember 2026.
Wahyu menegaskan, pengawasan akan terus dilakukan hingga pekerjaan rampung. Pemerintah daerah berharap hasil revitalisasi tidak hanya memperbaiki wajah kawasan, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Harapannya, setelah selesai nanti masyarakat bisa merasakan manfaatnya. Trotoarnya lebih nyaman, drainasenya berfungsi dengan baik, dan kawasan ini menjadi lebih tertata. Karena itu, kami akan terus melakukan pemantauan sampai pekerjaan benar-benar selesai,” pungkas Wahyu.***