Diminta Waspada, PPIH Anjurkan Jemaah Haji Indonesia Tidak Bepergian Sendiri di Tanah Suci

MAKKAH – Membludaknya jumlah jamaah haji Indonesia yang tiba di Tanah Suci jangan sampai membuat jamaah lengah terhadap keamanan diri.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) PPIH Daerah Kerja Makkah, Tulus Widodo, Minggu (10/5/2026) waktu Arab Saudi.

Ia mengingatkan agar jamaah tetap waspada terhadap keselamatan pribadi maupun barang bawaan selama menjalankan rangkaian ibadah haji.

“Karena kita berada di tempat yang baru, maka kita harus mengenali lingkungan,” ujarnya.

Tulus menegaskan, jamaah jangan sampai menciptakan peluang bagi siapa pun untuk melakukan tindak kejahatan.

Peringatan ini juga berlaku bagi petugas haji yang bertugas melayani jamaah.

Menurutnya, ada sejumlah langkah preventif yang bisa dilakukan untuk meminimalisir potensi kejahatan.

Pertama, jamaah tidak diperkenankan bepergian keluar hotel seorang diri dengan alasan apa pun.

“Kita selalu menerapkan buddy system. Hindari bepergian secara personal atau sendirian,” tegasnya.

Ia menyarankan agar jamaah bepergian minimal bertiga. Kondisi bepergian sendirian dinilai dapat membuka peluang bagi oknum yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan.

Selain itu, jamaah juga diminta berhati-hati saat menggunakan transportasi, khususnya taksi.

Jamaah dan petugas harus memastikan menggunakan taksi resmi yang beroperasi di Tanah Suci.

Umumnya, taksi resmi berwarna hijau atau putih serta memiliki tanda khusus pada bodi kendaraan yang menunjukkan statusnya sebagai angkutan taksi.

Sebelum menaiki taksi, Tulus mengimbau agar jamaah terlebih dahulu memotret pelat nomor kendaraan dengan jelas sebagai langkah antisipasi.

Ia juga mengingatkan prosedur saat naik dan turun dari taksi. Saat hendak naik, laki-laki diminta masuk lebih dahulu, kemudian diikuti perempuan.

Sebaliknya, saat turun, perempuan keluar lebih dahulu, kemudian laki-laki menyusul.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan potensi tindak kejahatan dapat diminimalisir sehingga jamaah maupun petugas haji dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman selama berada di Tanah Suci. (*/Red/MCH-2026)

 

 

Jemaah haji IndonesiaMakkahPPIH
Comments (0)
Add Comment