MAKKAH – Pemerintah Indonesia melalui Daerah Kerja (Daker) Makkah telah memetakan kekuatan akomodasi bagi jemaah haji tahun 1447 H/2026 M.
Sebanyak lima wilayah strategis telah disiapkan untuk menyambut jemaah, yakni Syisya, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah.
Seluruh wilayah tersebut nantinya akan dikelola melalui sepuluh sektor operasional guna memastikan kelancaran pelayanan.
Kepala Daker Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan bahwa sistem penempatan jemaah dilakukan berdasarkan basis embarkasi.
Meski demikian, distribusi kloter tetap bersifat fleksibel guna mengoptimalkan kuota hunian di setiap hotel yang tersedia.
”Di Makkah terdapat 10 sektor yang masing-masing menaungi jemaah berbasis embarkasi,” ujar Ihsan saat memaparkan peta akomodasi di Kantor Daker Makkah.
Dari kelima wilayah tersebut, Aziziyah menonjol sebagai wilayah dengan daya tampung paling masif.
Wilayah ini memiliki kompleks hotel raksasa yang mampu menampung puluhan ribu jemaah dalam satu area.
”Sektor 10 di Aziziyah memiliki kapasitas sekitar 21.500 jemaah. Skala yang masif ini menjadikannya sebagai satu sektor mandiri,” tambah Ihsan.
Penerapan skema zonasi dan pembagian sektor ini bertujuan untuk:
- Mempermudah koordinasi antarpetugas di lapangan.
- Mempercepat distribusi katering sesuai dengan jadwal dan jumlah jemaah per wilayah.
- Meningkatkan efektivitas layanan kesehatan melalui posko-posko kesehatan di setiap sektor.
Dengan pemetaan yang matang ini, pemerintah berharap kenyamanan dan keamanan jemaah haji Indonesia selama berada di Tanah Suci dapat terjaga dengan maksimal.***