MADINAH – Di tengah hiruk-pikuk ribuan jemaah haji yang mulai memadati Kota Madinah, terselip sebuah dedikasi luar biasa dari seorang Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di garda terdepan.
Sosok IPTU Elfi Ryany, Kepala Sektor (Kasektor) 5 PPIH Daker Madinah, berdiri tegak mengemban amanah besar sebagai satu-satunya perempuan yang memimpin wilayah tempat penginapan jemaah pada musim haji kali ini.
Bukan perkara mudah memimpin sektor yang membawahi ratusan petugas dan juga akomodasi dengan karakteristik jemaah yang beragam, mulai dari lansia hingga mereka yang pertama kali menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Sektor 5 sendiri merupakan wilayah terluar dari Masjid Nabawi, namun Elfi memastikan jarak bukan menjadi penghalang pelayanan.
Jarak antara hotel-hotel tempat jemaah di sektor 5 ke Masjid Nabawi berkisar 500 – 600 meter.
“Sebagian, kita (berjalan kaki) melewati Masjid Ghamamah. Setelah itu langsung ada di pelataran Masjid Nabawi,” ujar Elfi, Sabtu (26/4/2026).
Menembus Dominasi, Membuktikan Nyali
Menjadi satu-satunya perempuan di antara jajaran Kasektor lainnya yang semuanya laki-laki, tentu memberikan warna tersendiri bagi para petugas haji PPIH.
Petugas Haji dari unsur Polwan ini mengakui ada rasa haru sekaligus tanggung jawab besar yang dipikulnya. Namun, baginya, gender bukanlah batasan dalam pengabdian kepada tamu-tamu Allah.
”Perasaannya bercampur aduk ya, karena yang 6 Kasektor itu adalah laki-laki. Tapi satu prinsip saya, kalau bapak-bapak itu atau laki-laki bisa mengerjakan, kita pasti bisa mengerjakan,” tegasnya penuh optimisme.
Keberhasilan IPTU Elfi memimpin Sektor 5 tidak lepas dari kemampuannya mengonsolidasikan berbagai lini pelayanan.
Dia menekankan bahwa kekuatan seorang pemimpin terletak pada soliditas tim yang ia bangun.
”Kami punya tim yang solid, kita berkolaborasi antar tusi (tugas fungsi). Ada akomodasi, transportasi, kesehatan, konsumsi, hingga linjam (perlindungan jemaah). Alhamdulillah tim kami solid, jadi kerjaan seperti apapun bisa dengan mudah kita lewati,” tambahnya.
Salah satu tantangan terbesar bagi petugas di Madinah adalah fenomena jemaah yang tersesat atau terpisah dari rombongan setelah beribadah di Masjid Nabawi.
Dengan tangan dinginnya, IPTU Elfi memastikan setiap laporan jemaah yang “tercecer” ditangani dengan cepat melalui koordinasi lintas sektor.
Untuk antisipasi, Elfi dan timnya melakukan langkah preventif sederhana namun krusial, yakni pembagian kartu nama hotel kepada setiap jemaah.
”Permasalahan yang muncul biasanya kalau baru satu kali atau dua kali ke Masjid Nabawi, masih lupa jalan pulang. Kita ingatkan, kita kasih kartu nama hotel. Ibu kalau kesasar, kasih tahu saja kartu nama ini, nanti akan diantar,” jelasnya.
Jika jemaah ditemukan cukup jauh dari lokasi hotel, Elfi tidak segan untuk bergerak cepat melakukan penjemputan.
Koordinasi melalui pesan singkat (WhatsApp) menjadi senjata utama dalam menjaga komunikasi real-time antar petugas.
”Koordinasi dengan sektor lain itu via WA. Kalau ada jemaah kita yang tercecer, kita jemput dengan kendaraan yang difasilitasi oleh Daker,” pungkasnya.
Sosok IPTU Elfi Ryany menjadi bukti nyata bahwa ketegasan pemimpin laki-laki dan ketelitian seorang perempuan dapat melebur dalam satu visi: memastikan jemaah haji Indonesia dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan selamat hingga kembali ke tanah air. (*/ARAS)