JAKARTA– Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM Rita Susilawati menduga, suara dentuman keras yang terdengar di sejumlah wilayah berasal dari erupsi Anak Gunung Krakatau yang sempat terjadi.
Rita menjelaskan, fenomena suara tersebut bisa terjadi saat gunung api mengalami erupsi dengan tipe tertentu.
“Ketika erupsi besar terjadi, atau tidak hanya erupsi besar, erupsi dengan tipe tertentu, karena kalau tipe fontain ini memang biasanya disertai dentuman yang nyaring. Nah ketika ini terjadi, pelepasan energi akustiknya itu bisa sangat besar,” ujar Rita, dikutip dari akun YouTube BadanGeologiBG.
Menurut Rita, energi yang dihasilkan oleh gelombang bunyi saat merambat atau disebut energi akustik, dilepaskan ketika terjadi erupsi tipe fontain. Energi ini memiliki daya rambat yang jauh.
“Dan energi akustik inilah yang bisa merambat hingga ratusan kilometer,” jelasnya.
Terkait suara yang dirasakan masyarakat, PVMBG menduga kuat hal itu berhubungan dengan aktivitas Anak Gunung Krakatau.
“Untuk penyebabnya, kami memang menduga suara yang tadi karena berhubungan dengan erupsi Anak Krakatau yang terjadi tadi malam. Dugaan kuatnya memang itu berhubungan dengan gunung api Anak Krakatau,” kata Rita.
Meski demikian, PVMBG masih akan melakukan pencocokan data untuk memastikan keterkaitan waktu kejadian erupsi dengan laporan getaran dan suara di sejumlah wilayah.
“Walaupun kita perlu mencocokkan data terlebih dahulu nanti, memastikan pada saat kita merasakan getaran di beberapa wilayah tadi dengan waktu kejadian erupsi seperti itu,” ungkapnya.
Rita menambahkan, pengamatan tidak hanya dilakukan pada Anak Gunung Krakatau, tetapi juga beberapa gunung api lain di Indonesia.
Saat ini status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III Siaga. PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tidak mendekati kawah dalam radius 3 kilometer dari puncak. (*/Ajo)