JEDDAH – Dedikasi petugas haji Indonesia mendapat pengakuan internasional. Pemerintah Arab Saudi secara langsung memuji kinerja petugas lapangan Tanah Air dan menyebutnya layak menjadi percontohan bagi negara lain.
Apresiasi itu disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah RI Dahnil Anzar Simanjuntak saat melepas keberangkatan jemaah haji Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Senin (1/6/2026).
Menurut Dahnil, pujian datang langsung dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi serta Menteri Dalam Negeri Arab Saudi setelah melihat langsung bagaimana petugas Indonesia mengelola jutaan aktivitas jemaah selama di Tanah Suci.
“Mereka sampaikan petugas Indonesia bisa jadi percontohan negara lain. Kerjanya rapi dan mampu menertibkan jemaah dengan baik. Bukan hanya kami yang bangga, tapi Arab Saudi juga mengakui,” ujar Dahnil.
Apresiasi tidak hanya untuk petugas kloter dan sektor. Tim Media Center Haji (MCH) yang tahun ini ditugaskan lebih dekat ke jemaah juga mendapat sorotan positif.
Dahnil menilai keterlibatan MCH di lapangan memberi dampak besar. Para personel MCH bisa merasakan langsung kerja keras petugas dan dinamika pelayanan jemaah.
“Teman-teman MCH tahun ini ikut merasakan langsung melayani jemaah. Mereka bisa melihat dan merasakan kerja keras para petugas sehingga punya perspektif yang lebih utuh saat menyampaikan informasi kepada masyarakat,” jelasnya.
Kolaborasi antara petugas kloter, tenaga kesehatan, petugas perlindungan jemaah, petugas sektor, hingga tim komunikasi dinilai jadi kunci kelancaran haji 1447 H/2026 M.
Meski mendapat pujian internasional, Dahnil mengingatkan seluruh petugas untuk tidak lengah. Ia menegaskan fase pemulangan jemaah sama pentingnya dengan puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna.
“Biasanya setelah Armuzna muncul anggapan tugas hampir selesai. Padahal masa pemulangan justru sangat menentukan kenyamanan dan keselamatan jemaah sampai rumah masing-masing,” tegasnya.
Ia meminta petugas terus menjaga kualitas layanan konsumsi, akomodasi, dan transportasi bagi jemaah yang masih menunggu jadwal kepulangan di Arab Saudi.
Sejak 1 Juni 2026, kloter pertama jemaah haji Indonesia sudah mulai tiba di Tanah Air dengan lancar. Pada hari yang sama, sekitar 17 kloter dijadwalkan pulang secara bertahap. Seluruh proses pemulangan ditargetkan berjalan aman dan tertib hingga kloter terakhir.
Dahnil juga mengimbau jemaah agar disiplin saat menyiapkan barang bawaan. Ia meminta jemaah menyortir oleh-oleh dan barang pribadi sejak masih berada di pemondokan.
“Tradisi membawa buah tangan tentu sangat baik. Namun jemaah harus memperhatikan aturan penerbangan dan maskapai agar proses keberangkatan berjalan lancar dan tidak menimbulkan hambatan saat pemeriksaan di bandara,” pesannya.
Wamenhaj menutup dengan menegaskan bahwa penghargaan dari Arab Saudi membanggakan, namun fokus utama tetap memastikan seluruh jemaah pulang dengan selamat, nyaman, dan mendapat pelayanan terbaik sampai tiba di Indonesia. (*/Red/MCH-2026)