Sertifikat Haji Kini Digital, Jemaah Tinggal Scan QR di Kartu Nusuk

MAKKAH – Bukti sah menunaikan ibadah haji kini masuk era digital. Kerajaan Arab Saudi melalui Kementerian Haji dan Umrah resmi menerbitkan sertifikat haji digital bagi seluruh jemaah dunia, termasuk 221 ribu jemaah Indonesia tahun 1447 H/2026 M. Jemaah haji tidak perlu lagi antre atau menunggu cap stempel manual di buku.

Cukup pindai kode QR di Kartu Nusuk menggunakan ponsel, sertifikat langsung bisa diunduh dalam format PDF resmi atau disimpan sebagai gambar.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital layanan haji Saudi yang terus dikembangkan setiap tahun.

“Alhamdulillah, saya dan istri sudah download sertifikat haji dari Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi. Caranya mudah, tinggal scan Kartu Nusuk pakai HP,” kata H. Zamzami A Karim, jemaah asal Tanjungpinang, Selasa (2/6/2026).

Adapun Kartu Nusuk adalah identitas resmi setiap jemaah selama berada di Arab Saudi. Selain memuat data pribadi dan kloter, kartu ini terintegrasi dengan sistem layanan digital.

Fitur yang tersedia di dalamnya antara lain:
1. Info pemondokan
Lokasi hotel/makkah, nomor kamar, dan petugas sektor.

2. Jadwal transportasi
Bus shalawat, bus Armuzna, dan jadwal kepulangan.

3. Dokumen ibadah
Termasuk sertifikat haji yang baru diluncurkan tahun ini.

Dengan satu kartu, jemaah bisa mengakses semua kebutuhan tanpa membawa banyak dokumen fisik. Ini dinilai sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia yang rawan kehilangan barang.

Berikut cara unduh Sertifikat Haji dengan 3 langkah Mudah:
1. Scan QR Code
Arahkan kamera HP ke barcode/kode QR yang ada di Kartu Nusuk. Link layanan akan otomatis muncul.

2. Pilih Bahasa dan Menu
Setelah halaman terbuka, pilih bahasa Arab atau Inggris. Klik menu View Certificate untuk melihat sertifikat digital milik jemaah.

3.Simpan Dokumen
Ada 2 opsi. Klik Preview Certificate untuk menampilkan sertifikat di layar lalu lakukan screenshot. Atau klik Download PDF untuk menyimpan file resmi yang bisa dicetak kapan saja.

Petugas haji mengimbau jemaah menyimpan file PDF di HP dan juga di email/cloud pribadi agar tidak hilang. Sertifikat ini bisa digunakan sebagai dokumentasi pribadi, kenang-kenangan, atau syarat administratif tertentu di Indonesia.

Bagi jemaah yang gagap teknologi atau HP-nya tidak mendukung, maka tidak perlu khawatir. Petugas kloter dan petugas layanan haji di setiap pemondokan sudah dibekali panduan untuk membantu proses unduh.

Selain memudahkan, sertifikat digital juga meminimalkan risiko pemalsuan. Setiap sertifikat yang diunduh terintegrasi langsung dengan data resmi Kementerian Haji Saudi. Sistem ini diharapkan menutup celah jual-beli dokumen haji palsu yang kerap terjadi di masa lalu.

Digitalisasi layanan melalui Kartu Nusuk menjadi bukti keseriusan Arab Saudi meningkatkan mutu penyelenggaraan haji. Dari identitas, transportasi, konsumsi, hingga dokumen akhir seperti sertifikat, semua kini bisa diakses genggam.

Bagi jemaah Indonesia, langkah ini disambut positif. Selain praktis, sertifikat digital juga lebih ramah lingkungan karena mengurangi penggunaan kertas. (*/Red/MCH-2026)

Comments (0)
Add Comment