MADINAH – Kelancaran penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk para pembimbing haji yang mendampingi jemaah sejak keberangkatan hingga pemulangan ke Tanah Air.
Ketua Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Mirfat Rangkasbitung, Neneng Siti Kholilah, menilai pelaksanaan haji tahun ini secara umum berlangsung baik.
Berbagai tahapan penting, mulai dari kedatangan jemaah, pelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, hingga fase pemulangan dapat berjalan relatif lancar.
Meski demikian, perempuan yang telah mendampingi jemaah haji selama lebih dari dua dekade itu mengingatkan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan yang diterapkan di Arab Saudi.
Menurut Neneng, perubahan pola layanan yang melibatkan lebih dari satu perusahaan penyedia jasa haji menimbulkan sejumlah tantangan teknis yang perlu menjadi perhatian bersama.
“Alhamdulillah pelaksanaan haji tahun ini berjalan baik. Namun setiap penyelenggaraan tentu memiliki dinamika yang harus dievaluasi agar pelayanan kepada jemaah semakin baik pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan yang muncul adalah penyebaran lokasi akomodasi jemaah yang tidak selalu berada dalam satu kawasan.
Kondisi tersebut membuat koordinasi dan pendampingan menjadi lebih kompleks dibandingkan pola layanan sebelumnya.
Bagi Neneng, evaluasi bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan.
Yang jauh lebih penting adalah membangun sistem yang mampu mengantisipasi berbagai kendala sejak awal.
“Kami tidak sedang mencari siapa yang salah. Yang diperlukan adalah perbaikan sistem agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan fokus beribadah,” ujarnya.
Ia berharap proses pemetaan hotel, transportasi, hingga konsumsi dapat dipersiapkan lebih matang sebelum musim haji dimulai, sehingga potensi kendala di lapangan dapat diminimalkan.
Di sisi lain, Neneng mengapresiasi kedisiplinan jemaah asal Lebak yang tergabung dalam bimbingan KBIHU Mirfat.
Menurutnya, kedekatan yang dibangun melalui proses manasik bertahun-tahun menjadi modal penting dalam menjaga kekompakan selama berada di Tanah Suci.
“Kami selalu menanamkan pentingnya disiplin dan kepatuhan terhadap aturan. Alhamdulillah jemaah dapat mengikuti seluruh rangkaian ibadah dengan baik,” tuturnya. (*/Red/MCH-2026)