DPKPP Pandeglang Lakukan Verifikasi RTLH di Carita

 

PANDEGLANG – Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang, melakukan Verifikasi Validasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Senin, (16/12/2024).

Aip Setiawan Kepala Bidang Perumahan DPKPP Pandeglang mengatakan, kalau dilihat dari kelayakan ini sangat tidak layak karena yang pertama tidak memiliki standar kontruksi yang baik artinya struktur bangunan tersebut sudah pada rusak dan tidak memenuhi kriteria rumah layak huni.

“Berkaitan dengan rumah pertama yang dilakukan verifikasi tersebut ini bagian dari pada atensi khususnya, untuk ke depannya akan segera dibuatkan rumah yang layak huni,” katanya kepada faktabanten.co.id

Selanjutnya ia menyampaikan, kedatangan ke lokasi rumah tidak layak huni di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, untuk melaksanakan verifikasi validasi dan hasilnya akan disampaikan langsung kepada pimpinan DPKPP Pandeglang.

“Akan segera diusulkan melalui usulan Bupati Pandeglang, ke Dinas Perkim Provinsi atau Kementerian PUPR, kemudian kita bisa kolaborasi dengan Corporate Social Responsibility (CSR) dan juga Baznas,” terangnya.

Selain itu, ia menerangkan Pemerintah Daerah melalui DPKPP Pandeglang, untuk melakukan penanganan terhadap rumah tidak layak huni karena ada beberapa penanganan masuk ke katagori rumah yang memang berpotensi terdampak bencana.

“Sehingga kita akan melakukan penanganan di mulai dari Standar Pelayanan Minimal (SPM), DKPP Pandeglang sesuai dengan standard SPM salah satunya penanganan rumah terdampak bencana dan terdampak program,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Kepala Bidang Perumahan DPKPP Pandeglang ini mengungkapkan, untuk penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) itu adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan masyarakat miskin.

Pada verifikasi ini adalah bagian dari pada langkah awal dan akan segera buatkan usulan dengan RTLH atau rumah yang terdampak bencana. Baik itu, bencana angin puting beliung, bencana banjir, bencana rob yang terdampak itu luar biasa cukup banyak juga.

“Sehingga kita juga menunggu laporan seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang, karena bentuk kolaborasi dengan BPBD, ini bergerak paska bencana artinya perlu dilakukan koordinasi dengan BPBD berapa jumlah yang terdampak,” tuturnya.

Kemudian pihaknya akan segera mengusulkan serta memprioritaskan bagi masyarakat yang rumahnya tidak layak huni, namun langkah-langkah tersebut sesuai dengan SOP, seperti untuk melakukan verifikasi validasi terkait kepemilikan lahan serta data pendukung lainnya.

“Jika sudah dilakukan verifikasi sesuai dengan data pendukung akan segera diusulkan ke Dinas Perkim Provinsi, Baznas atau Kementerian Pusat,” imbuhnya.

Karena di Kampung Karawang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita. Ternyata itu bukan hanya rumah yang ditempati oleh keluarga Suhaya (43) yang tidak layak huni, namun ada dua rumah lagi yang tidak layak huni.

“Jadi rumah tidak layak huni itu ada tiga, yang pertama kita verifikasi yaitu rumah Suhaya (43). Selanjutnya rumah Saliah dan Linah, itu semuanya masuk katagori tidak layak huni,” pungkasnya.

Ayip Kepala Dusun (Kadus) Pemerintahan Desa Sukarame, Kecamatan Carita mengucapkan terima kasih kepada pihak Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang yang telah turun langsung untuk melakukan verifikasi validasi terhadap kondisi warganya yang saat ini tinggal di rumah tidak layak huni.

“Semoga dengan kedatangan langsung dari pihak Dinas terkait yang membidangi, rumah warga Kampung Karawang dapat segera dilakukan penanganan,” ujarnya.

Saliah, salah seorang ibu rumah tangga yang saat ini tinggal di rumah tidak layak huni di Kampung Karawang, Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang. Kerusakan rumah yang ditempati itu sudah lama terjadi namun belum dapat dilakukan perbaikan secara menyeluruh.

“Sebelumnya rumah ini sempat roboh dan kami perbaiki secara perlahan dengan menggunakan peralatan seadanya, intinya belum bisa dilakukan penanganan sepenuhnya karena terbentur kebutuhan ekonomi. Apa lagi kalau musim hujan kami tidak bisa tidur karena bagian atap rumah banyak yang bocor,” paparnya. (*/Riel).

Comments (0)
Add Comment