PANDEGLANG – Warga dan nelayan di kawasan Pantai Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, dihebohkan oleh hasil tangkapan seekor ikan Marlin berukuran raksasa.
Momen langka ini sempat menyedot perhatian karena ikan dengan moncong tombak khas tersebut memiliki panjang lebih dari 2 meter.
Akibat ukurannya yang besar dan bobotnya yang diperkirakan mencapai ratusan kilogram, ikan tersebut tidak bisa diangkat oleh satu atau dua orang saja.
Sejumlah nelayan dan warga sekitar harus bahu-membahu mengerahkan tenaga ekstra untuk menggotong sang “monster laut” dari perahu menuju daratan.
Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Carita, Endang Marwi, menyampaikan bahwa fenomena tertangkapnya ikan pelagis besar seperti Marlin di perairan Selat Sunda sebenarnya bukan hal baru. Namun, ukuran yang mendarat kali ini tergolong sangat langka.
“Nelayan di sini sebenarnya sudah sering menangkap marlin, tapi tangkapan kali ini langka karena ukurannya sangat besar. Untuk mengangkatnya saja butuh dua sampai empat orang. Ini ukurannya dua kali lipat dari biasanya,” ungkap Endang, Rabu (10/6/2026).
Endang menjelaskan, bagi para nelayan di Kecamatan Carita, tangkapan kakap seperti ini ibarat mendapat durian runtuh, terlebih momentumnya berdekatan dengan rencana kegiatan pesta nelayan atau ruwat laut.
Kemunculan ikan-ikan besar ini ditengarai karena siklus cuaca ekstrem (musim barat) yang sempat melanda kawasan tersebut selama berbulan-bulan, sehingga ekosistem laut sempat “beristirahat” dari aktivitas penangkapan masif.
“Kemarin sempat musim barat sampai tujuh bulan. Selama cuaca buruk itu, ikan-ikan di wilayah perairan kita tidak pernah diambil (dipancing). Jadi wajar saja kalau sekarang musimnya sudah membaik, ikan yang besar maupun yang kecil sedang lumayan melimpah,” jelasnya.
Ikan marlin dikenal memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran. Selain untuk memenuhi konsumsi lokal dan memasok restoran seafood di sepanjang jalur wisata Carita-Anyer, ikan jenis ini biasanya menjadi komoditas buruan pasar luar daerah.
“Kalau ukurannya besar seperti ini, biasanya langsung dikirim ke Jakarta. Tapi kalau tidak dibawa ke kota besar, biasanya akan dibelah dan dijual eceran (diketeng) oleh pedagang ikan lokal di sini,” pungkasnya. ***