Panen Raya 1.500 Hektare di Carita, Yayasan Bhakti Bela Negara Perkuat Sinergi dengan Pemprov Banten Wujudkan Swasembada Pangan

PANDEGLANG– Yayasan Bhakti Bela Negara menegaskan komitmennya mendukung program swasembada pangan nasional melalui penyelenggaraan Panen Raya Padi Organik PS-08 seluas 1.500 hektare dan Gerakan Tanam Jagung Hibrida PS-08 di lahan 500 hektare yang dipusatkan di Desa Sukarame, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita.

Acara dihadiri sejumlah pejabat pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Banten, Forkopimda, pemerintah daerah, akademisi, hingga ribuan petani binaan Yayasan Bhakti Bela Negara.

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Yayasan Bhakti Bela Negara, Seno Adjie, mengatakan pembangunan sektor pertanian membutuhkan sinergi yang kuat agar mampu meningkatkan produktivitas sekaligus kesejahteraan petani.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci untuk mempercepat terwujudnya ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan.

“Kami mengajak seluruh elemen pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha untuk mengoptimalkan seluruh potensi daerah. Yayasan Bhakti Bela Negara siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan mendukung program swasembada pangan nasional sebagaimana menjadi visi besar Presiden Prabowo Subianto,” ujar Seno Adjie.

Ia menegaskan bahwa gerakan pertanian yang dibangun yayasan tidak berhenti pada peningkatan hasil panen semata, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem pertanian modern yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Suparwo A., menjelaskan bahwa varietas Padi Organik PS-08 menunjukkan produktivitas yang menggembirakan.

Menurutnya, berdasarkan hasil panen di lapangan, produktivitas padi mampu mencapai sekitar 8 hingga 9 ton gabah per hektare.

“Varietas PS-08 memiliki kemampuan adaptasi yang baik terhadap kondisi lingkungan serta memiliki ketahanan terhadap serangan hama, termasuk wereng. Capaian panen ini merupakan hasil kerja keras para petani bersama seluruh pihak yang terlibat. Kami mengapresiasi 40 kelompok tani binaan yang telah membuktikan keberhasilan budidaya padi PS-08,” katanya.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi bagi petani di berbagai daerah untuk terus meningkatkan produktivitas melalui penerapan teknologi pertanian yang tepat.

Dalam kesempatan itu, Prof. Mufti Al-Mubarok yang mewakili Pemerintah Pusat memberikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun Yayasan Bhakti Bela Negara bersama berbagai pihak.

Ia menilai gerakan tersebut dapat menjadi model pemberdayaan petani yang layak dikembangkan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, Prof. Mufti juga mendorong lahirnya pengembangan sumber daya manusia pertanian melalui gagasan pembentukan Universitas Terapan Teknologi Pertanian di Provinsi Banten sebagai pusat pengembangan inovasi sektor pangan.

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Yayasan Bhakti Bela Negara dalam memperkuat sektor pertanian di Provinsi Banten.

Menurutnya, peningkatan produksi pertanian akan memberikan dampak besar terhadap penguatan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Ia juga mengungkapkan bahwa Banten memiliki industri pakan ternak dengan kebutuhan bahan baku yang masih cukup besar sehingga peluang tersebut harus dimanfaatkan oleh para petani lokal.

“Kami mengajak Yayasan Bhakti Bela Negara bersama seluruh petani untuk meningkatkan produksi sehingga kebutuhan industri yang ada di Banten dapat dipenuhi dari hasil pertanian daerah sendiri.

Pemerintah Provinsi Banten siap membangun kolaborasi demi memperkuat sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selamat kepada seluruh petani Kecamatan Carita atas hasil panennya, semoga membawa keberkahan,” ujar Andra Soni.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penanaman Jagung Hibrida PS-08 serta panen padi organik menggunakan dua unit Combine Harvester sebagai simbol penerapan mekanisasi pertanian modern.

Sebelum pelaksanaan panen raya, panitia juga menyerahkan santunan kepada 81 anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Melalui pelaksanaan panen raya dan gerakan tanam jagung tersebut, Yayasan Bhakti Bela Negara menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kedaulatan pangan, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendorong terwujudnya Indonesia yang mandiri di sektor pangan melalui kolaborasi yang berkelanjutan. (*/Sahrul).

Comments (0)
Add Comment