SERANG – Pengelola Perumahan Neo Green Terrace bersama pengurus RW dan Pemerintah Kota Serang melakukan normalisasi Sungai Parung sebagai langkah mitigasi banjir di kawasan Penancangan, Kota Serang.
Normalisasi dilakukan sepanjang kurang lebih 2 kilometer di belakang kawasan perumahan hingga mengarah ke aliran Sungai Ciwaka.
Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi luapan air, terutama di akses masuk perumahan di Jalan Raya Jakarta-Serang KM 4.
Ketua Forum RW Kota Serang sekaligus Ketua RW di lingkungan Neo Green Terrace, Budi Santoso, mengatakan banjir tahun lalu terjadi bukan di dalam kawasan perumahan, melainkan di jalan penghubung menuju perumahan.
Meski tidak berdampak langsung ke permukiman, mitigasi tetap dilakukan bersama kelurahan, kecamatan, Pemkot Serang, dan BBWS C3.
“Salah satu langkah yang telah dilakukan adalah normalisasi Sungai Parung yang berada di belakang kawasan Neo Green Terrace. Normalisasi sepanjang kurang lebih 2.000 meter itu mengarah ke aliran Sungai Ciwaka,” kata Budi saat ditemui dalam kegiatan donor darah di Neo Green Terrace, Sabtu (17/10/2026).
Ia mengapresiasi respons cepat Pemkot Serang yang langsung menindaklanjuti usulan warga. Ke depan, warga juga mengusulkan pembangunan sodetan langsung ke Sungai Ciwaka.
“Ke depan, kita juga akan mengusulkan sodetan ke Sungai Ciwaka,” ujarnya.
Menurutnya, penanganan penting karena di sekitar kawasan terdapat fasilitas publik seperti rumah sakit milik Pemkot.
Sementara itu, Site Manager Teknik Neo Green Terrace, Arif Cahyo menjelaskan, sebelum intervensi Pemkot, pengelola telah melakukan normalisasi sementara pada saluran air dari belakang Neo Green Terrace hingga belakang kawasan Cendana.
Selain itu, pengelola juga melakukan peninggian turap di area tanah wakaf untuk mengantisipasi luapan Sungai Parung.
“Langkah-langkah yang sudah diambil saat ini, pertama kita sudah melakukan normalisasi sementara. Sebelum pemerintah kota masuk, kita sudah melakukan normalisasi terlebih dahulu,” kata Arif.
Saat ini, pengelola juga tengah berkoordinasi dengan Pemkot Serang terkait rencana pembangunan kolam retensi yang masih dalam tahap kajian hidrologi, termasuk rencana pelebaran saluran hingga ke Sungai Ciwaka.
Upaya mitigasi tersebut juga telah disosialisasikan kepada warga dan tim pemasaran untuk memberikan kepastian dan kenyamanan bagi calon konsumen.
“Kita sosialisasi juga terhadap langkah-langkah yang sudah kita ambil supaya memberikan kenyamanan dan tingkat kepastian kepada konsumen,” tandasnya.***