SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang akan menerapkan pembelajaran secara daring bagi siswa di wilayah yang terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK).
Kebijakan tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi peserta didik dari dampak abu vulkanik yang berpotensi mengganggu kesehatan, terutama saluran pernapasan.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah mengatakan, Pemkab Serang akan segera menerbitkan surat edaran terkait pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara daring selama aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau masih berlangsung.
“Sesegera mungkin saya akan buat surat edaran. Karena ini abu vulkaniknya sangat berbahaya. Insyaallah Senin saya akan buat surat edaran untuk KBM,” kata Ratu Zakiyah.
Menurutnya, pembelajaran daring akan diberlakukan sementara hingga kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau dinyatakan berhenti dan situasi dinilai kembali aman bagi aktivitas pembelajaran tatap muka.
Saat ini, kebijakan tersebut diprioritaskan bagi wilayah Kabupaten Serang yang terdampak abu vulkanik.
Bupati menyebut terdapat tujuh kecamatan yang menjadi perhatian Pemkab Serang, yakni Anyar, Cinangka, Padarincang, Baros, Pabuaran, Ciomas, dan satu wilayah lainnya yang terdampak.
“Selama erupsi ini masih terus aktif, kami mohonkan untuk daring terlebih dahulu sampai berhentinya erupsi,” ujarnya.
Selain menyiapkan pembelajaran daring, Pemkab Serang juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menyusul aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Ratu Zakiyah meminta masyarakat tidak panik. Namun, warga yang tidak memiliki keperluan mendesak diimbau untuk tetap berada di dalam rumah guna mengurangi paparan abu vulkanik.
Sementara bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar rumah, pemerintah mengingatkan agar menggunakan masker dan kacamata sebagai perlindungan.
“Kalau memang harus keluar, maka tolong gunakan masker dan kacamata,” katanya.
Ratu Zakiyah menjelaskan, abu vulkanik dapat berbahaya bagi kesehatan, khususnya jika terhirup dan masuk ke saluran pernapasan.
Paparan abu vulkanik dapat memicu gangguan pernapasan seperti batuk, pilek hingga infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Pemkab Serang juga telah menerima bantuan masker dari Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk mendukung upaya perlindungan masyarakat.
Bupati menegaskan, koordinasi dan pemantauan terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau terus dilakukan melalui BPBD Kabupaten Serang bersama jajaran pemerintah di tingkat kecamatan dan desa.
“Saya juga sudah sampaikan kepada kecamatan dan seluruh kepala desa yang ada di wilayah Kabupaten Serang untuk siap siaga dan waspada terhadap adanya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau,” tuturnya.
Pemkab Serang juga memastikan belum ada imbauan kepada masyarakat untuk mengungsi. Untuk sementara, warga diminta tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengurangi aktivitas di luar rumah selama kondisi erupsi masih berlangsung.***