SERANG – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Serang kembali menggelar Gerakan Jumat Bersih (GEJUBER) sebagai upaya memperkuat kerukunan antarumat beragama sekaligus menumbuhkan kembali budaya gotong royong di tengah masyarakat, Jumat (10/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di sejumlah titik di Kota Serang ini melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh lintas agama, hingga masyarakat.
Selain membersihkan lingkungan, GEJUBER juga menjadi simbol kebersamaan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat di Indonesia.
Ketua FKUB Kota Serang, KH Matin Syarkowi, mengatakan Indonesia dibangun di atas fondasi keberagaman. Karena itu, seluruh elemen masyarakat harus mampu menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan, bukan sebagai sumber perpecahan.
“Perbedaan itulah yang membuat kehidupan menjadi indah. Semua itu merupakan ciptaan Tuhan dan harus kita syukuri,” ujar KH Matin Syarkowi di halaman Gereja Bethel Indonesia (GBI) Serang, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa seluruh manusia memiliki asal-usul yang sama, namun Tuhan menciptakan manusia dengan berbagai perbedaan, mulai dari bahasa, budaya, warna kulit hingga karakter.
Menurutnya, keberagaman tersebut merupakan kehendak Tuhan yang harus dihormati dan dijaga bersama.
Dalam penyampaiannya, KH Matin juga mengutip nilai-nilai ajaran Islam tentang penciptaan manusia dari laki-laki dan perempuan.
Ia menuturkan kisah Nabi Adam dan Hawa sebagai pengingat bahwa manusia diciptakan untuk hidup berdampingan, saling melengkapi, dan membangun kehidupan yang damai.
Menurutnya, yang terpenting dalam kehidupan bermasyarakat bukan memperbesar perbedaan, melainkan menemukan kesamaan dalam nilai-nilai kemanusiaan.
“Yang harus kita lakukan bukan mencari perbedaan, karena perbedaan sudah pasti ada. Yang perlu dicari adalah persamaan, yaitu sama-sama mengajarkan kebaikan dan saling membantu sesama,” katanya.
KH Matin menegaskan seluruh agama mengajarkan nilai kasih sayang, kepedulian, serta semangat menolong sesama.
Atas dasar itulah FKUB Kota Serang terus mendorong kegiatan kolaboratif lintas agama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa budaya gotong royong mulai memudar akibat perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesibukan masyarakat. Padahal, nilai kebersamaan merupakan salah satu identitas bangsa yang harus terus dipertahankan.
Melalui Gerakan Jumat Bersih, FKUB berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan hubungan sosial antarmasyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang.
“Biarlah keyakinan menjadi urusan masing-masing. Namun dalam kehidupan bermasyarakat, kita harus tetap saling menolong dan bekerja sama sebagai sesama manusia,” tegasnya.
Ia berharap GEJUBER tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi dapat dilaksanakan secara rutin sehingga budaya gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat menjaga kebersihan lingkungan terus tumbuh di Kota Serang.
Dalam pelaksanaannya, aksi bersih-bersih dilakukan di sejumlah lokasi strategis, di antaranya kawasan Perempatan Pocis di Jalan Diponegoro, area Gereja Kristen Indonesia (GKI) beserta lingkungan sekolah, lampu merah depan Kantor Pos Alun-alun Kota Serang, hingga kawasan sekitar HKBP dan Gereja Bethel Indonesia (GBI).
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Pemerintah Kota Serang melalui Badan Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Lingkungan Hidup, Polresta Serang Kota, Kodim 0602 Serang, Kementerian Agama Kota Serang, para pemuka agama, pengurus FKUB, serta masyarakat.
Kolaborasi lintas sektor tersebut menjadi bukti bahwa menjaga kebersihan lingkungan dapat menjadi sarana memperkuat toleransi, mempererat persaudaraan, dan menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.***