SERANG – Walikota Serang Budi Rustandi mengunjungi rumah duka korban kecelakaan kereta api di Lingkungan Lopang Gede, Kelurahan Lopang, Kecamatan Serang, Jumat (10/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Budi menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan santunan, bantuan sembako, serta melunasi biaya rumah sakit dan pemulangan jenazah korban.
Korban diketahui berinisial ST (55), warga Lingkungan Lopang Gede, yang meninggal dunia setelah tertabrak Kereta Api Barang Nomor KA A2508 di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di Lingkungan Frontage, Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 07.55 WIB.
Berdasarkan informasi, kereta barang yang melaju dari arah Rangkasbitung menuju Merak diduga menabrak korban saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu.
Saat bertakziah, Budi Rustandi mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Hari ini saya bertakziah kepada korban yang kemarin mengalami musibah tertabrak kereta api. Semoga almarhum diterima amal ibadahnya dan husnul khatimah,” ujar Budi.
Selain menyampaikan duka cita, Pemerintah Kota Serang juga memberikan bantuan kepada keluarga korban.
Menurut Budi, pihaknya akan menanggung seluruh biaya rumah sakit yang mencapai lebih dari Rp4 juta, termasuk biaya pemulangan jenazah.
“Saya memberikan beberapa bantuan, termasuk membereskan tagihan rumah sakit yang nilainya lebih dari Rp4 juta. Mudah-mudahan ini bisa meringankan beban keluarga,” katanya.
Budi menjelaskan, korban diketahui hidup seorang diri dan tidak memiliki ahli waris. Karena itu, Pemkot Serang turut membantu penyelesaian berbagai keperluan administrasi yang berkaitan dengan korban.
“Almarhum hidup sebatang kara dan tidak memiliki ahli waris, sehingga berbagai urusan administrasi nantinya akan kami bantu selesaikan,” ucapnya.
Pada kesempatan itu, Budi juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan kereta api, khususnya yang belum dilengkapi palang pintu.
“Saya mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika melintasi perlintasan kereta api. Jangan terburu-buru dan pastikan kondisi benar-benar aman sebelum menyeberang,” tegasnya.
Budi mengatakan, kedatangannya ke rumah duka merupakan tindak lanjut dari informasi yang diterimanya langsung dari masyarakat melalui telepon genggam pribadinya.
“Handphone saya selalu terbuka untuk masyarakat. Kalau ada aduan yang membutuhkan bantuan, apalagi warga yang sedang tertimpa musibah, saya akan berusaha datang. Ini bagian dari amanah yang harus saya jalankan sebagai kepala daerah,” tuturnya.
Ia menegaskan, bantuan yang diberikan tidak hanya mencakup biaya pengobatan, tetapi juga biaya pemulangan jenazah korban.
“Termasuk biaya pengobatan di rumah sakit dan biaya pemulangan jenazah, semuanya kami tanggung, nilainya lebih dari Rp4 juta,” pungkasnya.***