Lebih dari Sekadar Pengemudi: Cerita Romli, Petugas Ambulans Carenang Penenang Keluarga Pasien

SERANG — Di balik raungan sirene ambulans yang membelah jalanan Kabupaten Serang, ada sosok Romli, petugas ambulans Puskesmas Carenang, Kabupaten Serang.

Kesiapannya bertugas 24 jam penuh serta perannya sebagai penenang bagi keluarga pasien membuat sosoknya begitu disegani masyarakat setempat.

Bagi Romli, mengemudikan ambulans bukan sekadar pekerjaan harian, melainkan panggilan kemanusiaan. Ia dituntut untuk selalu siaga merespons panggilan darurat kapan saja, meski harus menghadapi beragam kendala di lapangan.

“Kadang kendala di perjalanan datang dari kendaraannya sendiri,” ujar Romli, Jumat (24/7/2026).

Selain kondisi jalan yang kurang memadai atau gangguan teknis kendaraan, Romli juga harus siap menghadapi perubahan kondisi kesehatan pasien di tengah jalan.

Hal ini menuntut ketenangan dan keahlian dasar pertolongan pertama agar pasien dapat segera tiba di fasilitas kesehatan rujukan dengan selamat.

Namun, nilai lebih dari sosok Romli terletak pada ketulusannya menenangkan keluarga pasien. Kepanikan dan rasa cemas yang dialami keluarga di dalam ambulans menjadi tantangan emosional tersendiri. Di sinilah sisi humanis Romli menonjol. Meski bukan seorang ulama, ia selalu menyempatkan diri memberikan kata-kata penguat dan semangat.

“Keluarga pasien sering kali butuh kata-kata penenang dan ingin didengar keluh kesahnya. Saya berusaha hadir untuk memberikan kenyamanan itu,” tutur Romli.

Meski kini status kepegawaiannya telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dedikasi dan semangat pengabdian Romli tak pernah surut.

Kinerjanya mencerminkan jiwa relawan garda terdepan: tidak hanya sigap menyetir, tetapi juga terampil memberikan pertolongan pertama serta dukungan emosional di situasi kritis.

Kiprah Romli di Puskesmas Carenang menjadi bukti nyata bahwa pelayanan kesehatan garda terdepan tak cuma membutuhkan keterampilan teknis, tetapi juga ketulusan hati dan empati.

Menutup perbincangan, Romli berharap masyarakat dapat semakin memahami tugas para petugas ambulans, salah satunya dengan memberikan prioritas jalan saat mendengar suara sirene.

Sebab di balik deru sirene tersebut, ada nyawa yang sedang diperjuangkan dan ada pengabdian yang tak kenal lelah.***

Comments (0)
Add Comment