SERANG — Lomba Pidato Cilik (Pildacil) menjadi salah satu kegiatan yang menarik perhatian masyarakat dalam rangkaian Gebyar Mancak Fest 2026 yang digelar di Alun-alun Mancak, Kabupaten Serang, Jumat (5/6/2026).
Sejak awal pelaksanaan, suasana kegiatan berlangsung semarak namun tetap tertib. Para peserta yang merupakan anak-anak tampil percaya diri menyampaikan pesan-pesan dakwah di hadapan dewan juri dan para pendamping.
Dalam perlombaan tersebut, peserta membawakan berbagai tema keislaman, mulai dari keteladanan Rasulullah SAW, pentingnya berbakti kepada orang tua, hingga kewajiban menghormati dan memuliakan guru.
Pesan-pesan tersebut disampaikan dengan bahasa yang lugas, penuh semangat, serta menunjukkan penghayatan yang baik terhadap materi yang dibawakan.
Setiap peserta dinilai berdasarkan kemampuan berbicara, penguasaan materi, ketepatan penyampaian dalil, adab saat berdakwah, ekspresi, hingga kesantunan dalam berbusana Islami yang mencerminkan karakter keislaman.
Adapun dewan juri yang bertugas dalam perlombaan tersebut yakni Ketua MWC NU Kecamatan Mancak Ustaz Ade, Pimpinan Yayasan Abdul Majid Al Gozali Desa Batukuda KH David atau yang dikenal dengan Ki Koboy, serta tokoh masyarakat sekaligus Ketua KONI Kecamatan Mancak Tata Witarsa.
Salah seorang dewan juri, Tata Witarsa, mengapresiasi kualitas penampilan para peserta yang dinilai memiliki potensi besar sebagai generasi penerus dakwah.
“Kami melihat potensi yang luar biasa dari anak-anak ini. Mereka tidak hanya berani tampil, tetapi juga mampu menyampaikan dalil dan pesan dakwah dengan runtut serta penuh penghayatan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Gebyar Mancak Fest 2026, Rohman, mengatakan bahwa lomba Pildacil merupakan salah satu cabang perlombaan yang memiliki peran penting dalam membentuk karakter anak sejak usia dini.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan keberanian berbicara di depan umum sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman yang kuat dalam diri peserta,” ujarnya.
Menurut Rohman, penilaian dalam lomba tidak hanya berfokus pada kemampuan berpidato, tetapi juga mencakup penguasaan materi, ketepatan penyampaian dalil, adab, ekspresi, serta kesantunan dalam berbusana Islami.
“Seluruh aspek tersebut menjadi indikator penting dalam menentukan peserta terbaik sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang berani berdakwah, santun dalam bertutur kata, dan mampu menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun masyarakat,” katanya.
Panitia Mancak Fest 2026 berharap, kegiatan ini bisa menjadikan motivasi dan pelaksanaan pada tahun-tahun mendatang lebih antusias dan meriah sebagai wadah pembinaan generasi muda yang religius, berkarakter, dan memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat.***