TANGERANG — Persoalan hadiah dalam ajang Youth Football National Championship (YFNC) GRANAT 2026 mulai dipertanyakan orang tua atlet. Meski turnamen telah digelar pada Juni 2026, hadiah bagi tim yang menjadi juara hingga kini masih belum diterima.
Keluhan tersebut disampaikan SB, salah satu orang tua atlet yang mengikuti turnamen sepak bola tersebut. Ia mempertanyakan kepastian dan komitmen panitia terkait hadiah yang hingga hampir tiga bulan setelah kompetisi berakhir masih menjadi misteri.
“Turnamennya sudah selesai sejak Juni, tetapi sampai sekarang hadiah belum diberikan. Kami hanya meminta kejelasan serta komitmen dari panitia, kapan hadiah itu akan diberikan,” ujar SB.
YFNC GRANAT 2026 sendiri digelar di Lapangan Stadion Mini Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, dalam rangka memperingati ulang tahun Gerakan Anti Narkotika (GRANAT) Kabupaten Tangerang.
Kompetisi tersebut mempertandingkan sejumlah kelompok usia, di antaranya KU-13, KU-15 dan KU-17.Informasi sementara menyebut terdapat puluhan tim dari berbagai daerah yang ambil bagian dalam turnamen sepak bola tersebut.
Selain persoalan hadiah, peserta juga diketahui dikenakan biaya pendaftaran dengan nominal yang berbeda berdasarkan kategori usia.
Untuk KU-13 disebut sebesar Rp2 juta per tim, sementara KU-15 dan KU-17 masing-masing sebesar Rp2,5 juta per tim. Namun demikian, jumlah keseluruhan tim pada masing-masing kategori masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada pihak penyelenggara.
Karena itu, sorotan utama orang tua atlet bukan mengenai besaran uang pendaftaran, melainkan komitmen panitia dalam kepastian hadiah yang sejak awal menjadi bagian dari kompetisi.
Menurut SB, anak-anak yang mengikuti turnamen telah menjalani pertandingan dan berkompetisi secara sportif. Karena itu, jika terdapat hadiah yang telah dijanjikan bagi pemenang atau peserta tertentu, semestinya ada kepastian kapan hadiah tersebut diserahkan.
“Kalau memang ada kendala, sampaikan saja secara terbuka. Jangan peserta dibiarkan menunggu tanpa kepastian,” ujarnya.
Keterlambatan pemberian hadiah tersebut dinilai perlu mendapat penjelasan resmi dari panitia agar tidak berkembang menjadi polemik di kalangan peserta maupun orang tua atlet. Terlebih, penyelenggaraan turnamen membawa nama Youth Football National Championship, sehingga transparansi dan profesionalitas penyelenggara menjadi hal yang penting untuk menjaga kepercayaan klub, atlet, pelatih, serta orang tua yang telah berpartisipasi.
Sorotan juga tertuju kepada Ipat Fatur, selaku Ketua Panitia YFNC GRANAT 2026, yang diketahui aktif di lingkungan PSSI Kabupaten Tangerang. Kondisi tersebut membuat orang tua atlet berharap adanya penjelasan yang jelas, bukan hanya mengenai keterlambatan hadiah, tetapi juga mengenai mekanisme dan jadwal penyerahan hadiah kepada pihak yang berhak.
Hampir tiga bulan sejak turnamen berakhir, pertanyaan peserta kini mengerucut pada satu hal, kapan hadiah YFNC GRANAT 2026 akan benar-benar diberikan?
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak panitia mengenai alasan keterlambatan maupun kepastian tanggal pembagian hadiah. ***