Silmy Karim Sebut 2 Anak Usaha PT Krakatau Steel Akan Dibubarkan, Apa Aja?

JAKARTA – Dua anak usaha PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dikabarkan akan dilikuidasi atau dibubarkan.

Keduanya adalah PT Meratus Jaya Iron & Steel (MJIS) dan PT Krakatau Engineering.

Rencana pembubaran ini disampaikan langsung Direktur Utama Krakatau Steel, Silmy Karim, saat rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI.

Silmy mencatat likuidasi dilakukan lantaran kinerja kedua anak usaha itu tidak kunjung membaik.

“Ada dua anak perusahaan, Krakatau Engineering dan MJIS ini memang dalam proses likuidasi sehingga memang kinerjanya tidak baik ya,” ungkap Silmy, Rabu (30/11/2022).

Sankyu ks

Dalam catatan emiten bersandi saham KRAS itu, di luar MJIS dan Krakatau Engineering, sejumlah anak usaha justru mencatatkan kinerja operasional dan keuangan yang positif, khususnya pada periode 2021-2022.

“Kinerja anak perusahaan juga terlihat semakin membaik, di mana ada Subholding Sarana Infrastruktur kinerjanya sampai september 2022, EBITDA-nya meningkat dari 56,3 menjadi 60,4, kemudian Subholding Baja Konstruksi kurang lebih sama, kinerja 2021-2022,” tutur Silmy.

Subholding Sarana Infrastruktur merupakan perusahaan yang bergerak di bidang layanan kawasan industri terintegrasi dengan empat area utama yang terdiri dari kawasan industri, penyediaan energi, penyediaan air industri, dan pelabuhan.

Adapun anak usaha KRAS yang bergabung adalah PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC), PT Krakatau Daya Listrik (KDL), PT Krakatau Tirta Industri (KTI), dan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS).

Terakhir dia mengatakan Subholding Sarana Infrastruktur memiliki pondasi yang kuat secara finansial. (*/Okezone)