2 Relawan Bapaslon Penantang Petahana, Apresiasi Pengawasan Melekat Bawaslu Cilegon

CILEGON – Terkait pengawasan melekat (waskat) yang dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon, terhadap incumbent atau petahana, Pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Cilegon 2020 mendatang. Diapresiasi oleh dua tim relawan Bakal Pasangan Calon (Bapaslon), yang menjadi penantang Wakil Walikota Cilegon Ratu Ati Marliati.

Seperti Ketua Relawan Barisan Iye Bersama Awab (Bima) yakni Didi Iskandar, yang mengapresiasi kerja-kerja Bawaslu. Baginya, Bawaslu mempunyai wibawa, dan integritas, serta memahami tentang regulasi Kepemiluan baik yang diatur UU, atau Peraturan Bawaslu (Perbawaslu).

“Dan jelas Bawaslu itu selalu menjadi wasit dalam perhelatan Pilkada,” Jelas Didi, Minggu, (16/08/2020).

Ia juga menanggapi, berita yang akhir-akhir ini muncul dimana dalam kegiatan kedinasan, petahana mulai tak nyaman. Ia, beserta relawan lainnya, atas nama masyarakat menyampaikan Bawaslu hingga saat ini masih, dan mampu menjaga integritasnya.

“Keadaan yang sekarang ini terjadi bahwa petahana tidak nyaman dalam kegiatan, saya turut prihatin, dan minta jangan baperan. Kita dapat mengetahui bersama bahwa Bawaslu harus menjadi leading dan berani dalam bertindak,” ungkapnya.

Baginya, wajar bila dari petahana ada ketidaknyamanan. Sebab, Bawaslu akan mengawasi kegiatan petahana dalam hal penggunaan anggaran, fasilitas negara. Karena, patut diduga pula ada potensi untuk mengajak masyarakat memilih petahana, di Pilkada mendatang.

“Atau membagikan alat peraga kampanye, bagi-bagi kerudung, sembako, dan lainnya,” ungkap relawan Bapaslon Iye – Awab tersebut.

Baginya, hingga saat ini bawaslu masih adil, dan tidak ada pemihakan terhadap bapaslon manapun. Serta, ia sadar ketika memasuki massa kampanye, Bapaslon tak boleh menggunakan fasilitas negara, tempat ibadah, dan yayasan pendidikan.

Sehingga Didi mengajak, seluruh peserta Pilkada 2020 Kota Cilegon untuk mawas diri, bahwa perhelatan Pilkada yang akan berlangsung, selalu akan diawasi oleh Bawaslu, dan masyarakat.

“Dan masyarakat bisa menilai dengan kesaksian mata, telinga, bahkan handphonenya. Siapa yang berbuat tak sesuai aturan pasti akan menerima balasannya,” tuturnya.

Ditempat yang berbeda, salah satu relawan Helldy Agustian – Sanuji yakni Toto Liswanto pun mengapresiasi Bawaslu Cilegon, atas kerja-kerja pengawasan yang dilakukan.

Toto juga menilai, wajar bila Bawaslu mengawasi Ratu Ati Marliati, sebab saat ini posisinya Wakil Walikota. Dimana dalam aturan ada kewajiban, agar bawaslu memastikan tidak memanfaatkan fasilitas negara.

“Atau memastikan netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) lainnya,” Kata Ketua Relawan Helldy Agustian Bersatu (Rehab) tersebut.

Baginya, sah-sah saja bila Bawaslu melakukan pengawasan secara melekat pada tiap kegiatan Wakil Walikota Cilegon, sebab memang tugas Bawaslu. Serta, Toto menilai Bawaslu masih fair.

“Dulu ada badan ad hoc yang diduga ikut bareng kita, juga ditindak ama Bawaslu. Rasanya Bawaslu masih berintegritas,” jelas Toto. (*/A.Laksono).

Demokrat
Royal Juli