Layanan kepada Jemaah Haji Lansia, Petugas Dampingi ke Kamar Hotel, Gantikan Pampers Hingga Video Call Keluarga

MADINAH – Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memaksimalkan layanan bagi jemaah lanjut usia (lansia) dan disabilitas, khususnya sejak tiba di bandara hingga pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Bidang (Kabid) Lansia dan Disabilitas (Landis) PPIH Arab Saudi, Suviyanto, mengatakan pelayanan terhadap jemaah lansia menjadi perhatian khusus agar mereka merasa nyaman, aman, dan tetap dapat menjalankan ibadah dengan baik.
“Pelayanan pertama saat kedatangan menjadi perhatian utama. Ketika jemaah lansia naik dan turun dari bus (bandara), prosesnya dilakukan secara khusus agar tidak mengganggu layanan jemaah lain dan mereka bisa mendapatkan penanganan yang lebih maksimal,” kata Suviyanto, saat meninjau kedatangan Jemaah Haji Embarkasi KJT Kloter 8 di Hotel Manail Al Aswaf Sektor 5, Senin malam (27/4/2026).
Suviyanto menjelaskan, pada saat kedatangan di hotel, petugas langsung memberikan layanan awal, termasuk membantu jemaah turun dari kendaraan, menuju lobi hotel, hingga mengantarkan ke kamar masing-masing.
Menurutnya, layanan tersebut juga disertai dengan pemberian ruang istirahat sementara di area lobi hotel agar jemaah lansia dapat beristirahat lebih dulu sebelum menuju kamar.
“Misalnya ada jemaah lansia yang baru datang, kami berikan tempat tertentu di lobi untuk istirahat supaya mereka merasa nyaman dan mendapatkan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Untuk menunjang pelayanan tersebut, PPIH telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti kursi roda, akses ramah lansia, serta pendampingan petugas hingga ke kamar hotel.
“Tidak semua lansia membutuhkan kursi roda, tetapi bagi yang membutuhkan, kami siapkan. Alhamdulillah, hotel-hotel di Madinah juga sudah memiliki akses ramp door yang memudahkan mobilitas kursi roda dari lobi menuju kamar,” katanya.
Suviyanto menambahkan, petugas lansia juga mencatat secara rinci posisi kamar jemaah, mulai dari kloter, lantai, hingga nomor kamar agar proses pendampingan lebih mudah dilakukan.
“Sejak turun dari bus, menuju lobi, sampai ke kamar, semua dibantu oleh petugas, termasuk barang bawaannya,” katanya.

Dijelaskannya, ada tiga layanan yang diberikan petugas kepada jemaah Landis, mulai dari pelayanan fisik, pelayanan ibadah hingga pelayanan sosial.
“Mulai dari menggantikan pampers, jika terpisah dengan rombongan kita usahakan untuk bergabung kembali ke rombongannya, bahkan dibantu juga untuk menghubungi keluarga di rumah lewat telepon petugas. Kebutuhan fisik sampai sosialnya, petugas harus siap bantu,” jelasnya.
Meski ada petugas yang siap membantu, namun pihaknya tetap mengimbau jemaah lansia, terutama yang berusia di atas 80 tahun atau memiliki keterbatasan fisik, untuk lebih banyak beristirahat dan tidak memaksakan diri menjalankan aktivitas berat.
“Kami mengimbau agar lansia lebih banyak beristirahat. Ibadah sunnah bisa dilakukan di tempat masing-masing, tidak harus selalu keluar hotel,” ujarnya.
Untuk mendukung hal itu, PPIH juga meminta bantuan dari ketua rombongan dan regu agar ikut membantu jemaah lansia, mengingat keterbatasan jumlah petugas di lapangan.
“Kami minta kepada rombongan dan regunya untuk saling membantu, terutama bagi jemaah yang membutuhkan kursi roda. Jadi ada kerja sama antara petugas dan sesama jemaah,” katanya.
Suviyanto juga mengingatkan kondisi cuaca di Kota Madinah dan Makkah saat ini cukup panas, sehingga jemaah lansia diminta menjaga stamina dan tidak terlalu banyak beraktivitas di luar.
“Kondisi di sini cukup panas. Kami mengimbau jemaah yang berusia di atas 60 tahun untuk tidak terlalu banyak beraktivitas di luar, terutama untuk ibadah sunnah. Simpan tenaga untuk puncak haji nanti,” katanya.
Namun demikian, untuk beberapa ibadah penting seperti ziarah ke Raudhah dan umroh, petugas akan tetap memberikan pendampingan khusus, termasuk layanan kursi roda dan pengawalan selama pelaksanaan ibadah.
“Kami memastikan minimal umrah wajibnya bisa berjalan dengan baik, tenang, dan nyaman. Setelah itu, kami sarankan untuk menjaga kondisi fisik agar siap menghadapi Armuzna dan puncak ibadah haji,” pungkasnya. (*/Nandi)


