Iklan Banner

Solusi Air Tercemar Limbah, Haji Rosyid Jelaskan Manfaat Eceng Gondok

DPRD Kota Serang HPN

CILEGON – Rosyid Haerudin, Sarjana Pertanian yang kini berkecimpung di dunia usaha berbagai bidang, jasa sampai catering, mengusulkan sistem pengelolaan air limbah sederhana dan efektif.

Dari hasil penelitiannya dulu secara kelompok di sekolah pertanian, Rosyid meneliti Eceng Gondok, digunakan untuk konversi menjadi pengolah limbah.

Seperti diketahui, Eceng Gondok atau Euchornia Crassipes, adalah jenis tanaman tropis yang termasuk ke dalam jenis Pontedericeae. Tanaman ini didata, termasuk sebagai tanaman dengan produktivitas, dan laju pertumbuhan yang paling cepat di antara seluruh tanaman air di dunia.

Selain itu, Eceng Gondok, memiliki kemampuan melipatgandakan ukurannya dalam waktu 5 hari, dan untuk tanaman berukuran sedang, bisa memuat kurang lebih 2 juta tanaman per hektar dengan berat kurang lebih 270-400 ton.

Pada tahun 2007, tanaman ini telah berhasil menutupi 125,000 are dari permukaan, kawasan air di daerah Florida, dengan kepadatan Eceng Gondok mencapai 200 ton per are.

Tanaman ini biasanya dikenal dengan aktivitas eutrofikasi, yang menjadi indikasi dari tercemarnya lahan perairan, oleh deterjen dan sejenisnya. Pada awalnya pertumbuhannya yang cepat, menjadi masalah lanjutan di lahan yang terkena eutrofikasi, misalnya terhalangnya oksigen, dan cahaya matahari ke dalam perairan yang menimbulkan kematian berbagai organisme perairan,

“Selain dari berbagai masalah itu, waktu saya penelitian dengan kawan-kawan, memanfaatkan tanaman Eceng Gondok, bisa menetralisir kandungan air yang sudah tercemar logam berat, dan berdasar hasil Laboratorium, air itu bisa digunakan untuk cuci, mandi, dan kakus,” papar Rosyid saat ditemui di kantornya, Selasa (16/10/2018).

Dari keterangan Rosyid, penelitian itu dalam rangka lomba antar Fakultas di Universitas Islam Malang (Unisma) Jawa Timur, Ia bersama 7 mahasiswa lainnya mewakili Fakultas Pertanian untuk memamerkan karya ilmiahnya.

Menurut Rosyid, Eceng Gondok justru memiliki manfaat yang luar biasa besar, tidak hanya dalam sektor lingkungan, melainkan juga sektor kesehatan, energi, pertanian, peternakan, dan masih banyak lagi sektor lainnya. Kebermanfaatannya yang sangat besar merupakan sebuah potensi yang sangat baik bagi Indonesia.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

Berikut manfaat Eceng Gondok, yang dilansir dari berbagai sumber;

1.1 Eceng gondok sebagai biofilter dan agen fitoremediasi-fitofiltrasi

Eceng gondok adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan untuk fitoremediasi akibat kemampuannya yang sangat baik dalam menanggulangi limbah cair dan air tercemar dengan kandungan logam berat yang bervariasi dan kuantitas yang banyak. Eceng gondok bahkan dinobatkan sebagai “ginjal dunia” untuk kemampuannya yang sangat luar biasa dalam berbagai aksi penyelamatan air bersih di berbagai belahan dunia dari berbagai pencemaran yang terjadi, baik pencemaran akibat kontaminasi senyawa inorganik, logam beracun, POPs (Persistant Organiks Pollutants), senyawa organik yang berasal dari limbah peternakan, dan limbah-limbah jenis lainnya.

Yang perlu diperhatikan adalah kemampuan degradasi senyawa organik eceng gondok yang mencapai nilai 93%. Hal ini sangat sesuai dengan prasyarat untuk pengolahan limbah cair keluaran rekator biogas fixed bedyang ada di Desa Kalisari dan Cikembulan, Banyumas. Berdasarkan beberapa jurnal, memang belum ditemukan adanya pengolahan limbah cair tahu dengan menggunakan eceng gondok, namun pada kenyataannya, di Balikpapan, Kalimantan telah dibangun pengolahan limbah cair tahu di kawasan Somber yang mengolah limbah cair tahu sebanyak 350-420 m3 perhari.

Namun sayangnya, limbah cair yang diolah adalah limbah effluent langsung dari industri sehingga COD limbah masih sangat tinggi. Hal ini berbeda dengan yang akan dilakukan di Desa Kalisari dan Cikembulan, di mana limbah cair tahu keluaran industri diolah dengan reaktor fixed bed untuk menghasilkan biogas, sisa effluennya direncanakan diolah dengan menggunakan eceng gondok. Selanjutnya eceng gondok dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.

 

1.2 Potensi Eceng Gondok pasca pemanfaatan sebagai agen fitofiltras

Pada prosesnya, pemanenan eceng gondok yang digunakan untuk mendegradasi senyawa organik dalam effluent limbah tahu keluaran reaktor biogas tetap perlu dilakukan berhubung control terhadap laju pertumbuhan terhadap tanaman ini perlu diupayakan untuk kejaran optimasi proses sekaligus menghindari efek negative seperti yang disebutkan dalam topic sebelumnya. Oleh karena itu perlu ada pemanfaatan yang tepat untuk eceng gondok yang sudah tua atau sejenisnya.

Adapun potensi yang teridentifikasi untuk pemanfaatan eceng gondok berikutnya adalah dijadikan bahan untuk biogas kembali, kompos, pakan ternak dan unggas, dan dijadikan berbagai bahan kerajinan.

“Dengan berbagai manfaat itu, bisa menjadi potensi untuk penopang ekonomi masyarakat, dan untuk bisa diminum, saya dan kawan-kawan menyaring air itu dengan serabut kelapa, karang bandos, arang, batu split, batu ayakan pasir cadas, dan pasir kali, setelah hasil Laboratorium baik, yah saya minum bersama kawan-kawan,” jelas Rosyid kepada faktabanten.co.id.

Rosyid Haerudin, kini, maju dalam kontestasi Pemilu Legislatif sebagai Calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPR) RI, dari Partai Amanat Nasional (PAN), nomor urut 3, Daerah Pemilhan Kota Cilegon – Kabupaten Serang – Kota Serang. (*/Doa-Emak)

[socialpoll id=”2521136″]

DPRD Kab Serang HPN
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien