Songsong Satu Abad, Al-Khairiyah Refleksikan Perjuangan Lewat Peluncuran Buku dan Sistem Digitalisasi Pendidikan

CILEGON – Menapaki usia satu abad, Pengurus Besar Al-Khairiyah tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan monumental untuk memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-100 yang akan dipusatkan di Kantor Pusat Al-Khairiyah, Kota Cilegon.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi refleksi perjuangan panjang organisasi, tetapi juga menandai langkah besar menuju era digital melalui peluncuran buku sejarah perjuangan dan sistem digitalisasi manajemen pendidikan.
Ketua Umum Pengurus Besar Al-Khairiyah, H. Ali Mujahidin atau akrab disapa H. Mumu, menyampaikan bahwa seluruh elemen organisasi sedang bersinergi demi menyukseskan peringatan satu abad Al-Khairiyah.
“Kita akan menggelar doa bersama yang dipusatkan di Cilegon bersama para tokoh agama sebagai bentuk rasa syukur dan refleksi spiritual atas perjalanan Al-Khairiyah,” ungkap H. Mumu, Senin, (21/4/2025).
Selain kegiatan keagamaan, Al-Khairiyah juga tengah menyusun sebuah buku yang mengupas kontribusi organisasi dalam membangun bangsa, baik di bidang pendidikan, dakwah, maupun sosial-keagamaan.
“Kami bersyukur, Al-Khairiyah tetap istiqomah memberikan kontribusi nyata bagi agama, bangsa, dan negara,” tambahnya.

Dalam rangkaian acara Harlah 1 Abad tersebut, akan digelar pula kegiatan shodaqoh dan infaq berjamaah di seluruh unit Al-Khairiyah, bakti sosial, seminar, serta bedah buku. Salah satu momen penting adalah peluncuran sistem digitalisasi pendidikan yang akan memudahkan pengelolaan Kependidikan.
“SISMA 05 (Sistem Informasi Pendidikan Sekolah dan Madrasah), dirancang untuk mempermudah pengelolaan pendidikan di lingkungan Al-Khairiyah dan sekolah-sekolah umum lainnya,” ucap H. Mumu.
Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Al-Khairiyah sekaligus Ketua Panitia Harlah, Ahmad Munji, menyebutkan bahwa puncak perayaan akan digelar pada 5 Mei 2025, bertepatan dengan genapnya usia 100 tahun Al-Khairiyah.
“Kami sepakat mengadakan perayaan secara sederhana di Kampus Al-Khairiyah Citangkil, dengan menghadirkan tokoh-tokoh Al-Khairiyah, cendekiawan daerah, serta beberapa tokoh nasional yang memiliki keterkaitan dengan Al-Khairiyah,” ujar Munji.
Tokoh-tokoh yang dijadwalkan hadir antara lain Menteri Pertanian RI H. Yandri Susanto selaku pembina Al-Khairiyah, Ketua MPR RI H. Ahmad Muzani, serta jajaran Dewan Pakar, Majelis Syuro, dan simpatisan Al-Khairiyah dari seluruh Indonesia.
Untuk menyemarakkan momentum ini, Pengurus Besar telah mengeluarkan surat edaran kepada seluruh DPD, PCI, cabang sekolah, lembaga, alumni, dan simpatisan Al-Khairiyah agar turut menyelenggarakan kegiatan Harlah mulai dari 1 hingga 5 Mei 2025.
“Harapan kami, Al-Khairiyah ke depan dapat semakin memperluas kiprah dakwah, pendidikan, dan sosial keagamaan, serta turut ambil bagian dalam pengembangan teknologi, ekonomi, politik, dan budaya untuk kemajuan umat manusia dan peradaban bangsa,” tutup H. Mumu. (*/Ika)


