Truk ODOL Muatan Pasir Mogok, Picu Kemacetan di JLS Cilegon Selama Dua Hari

CILEGON – Truk bermuatan pasir bernopol B 9508 DY mengalami mogok di Jalan Lingkar Selatan, tepatnya di sekitar gedung bekas Kejaksaan Kota Cilegon, Banten, pada Minggu (16/7/2023).

Peristiwa mogoknya truk sudah terjadi sejak hari Sabtu (15/7/2023) siang hingga Minggu malam pukul 21.52 WIB.

Truk bermuatan pasir yang over load itu mengalami kerusakan mesin di jam sibuk kendaraan, sehingga memicu kemacetan ringan di Jalan Lingkar Selatan, Kota Cilegon.

Truk mogok tepat di bagian jalan yang digunakan untuk putar balik kendaraan karena truk mogok tepat ketika hendak memutar balik menuju ke arah Cilegon Timur dan hendak membawa muatan ke Tangerang.

Hal itu diketahui dari supir truk yang bernama Riki (27 tahun) dan juga tinggal di Tangerang.

Ia mengatakan, truk tersebut membawa pasir yang berasal dari galian di sekitar Jalan Lingkar Selatan Kota Cilegon dan hendak dibawa ke Tangerang.

“Tadi pas mau putar balik tiba-tiba mati,” kata Riki saat diwawancarai pada Minggu (16/7/2023).

Dijelaskan, truk mengalami mogok dikarenakan ada gardan truk yang patah. Sehingga Riki tidak bisa melanjutkan perjalanannya.

Selama dua hari truk berhenti di tengah jalan dengan malang melintang dan menghalangi para pengendara untuk melintas di jalan tersebut.

dprd tangsel

Sehingga oleh pihak kepolisian, pengendara jalan dialihkan ke ruas jalan yang lain.

Walaupun ada beberapa pengendara yang nekat menerobos pembatas jalan dan melewati jalan yang terhalang oleh truk mogok itu dari pinggir jalan.

Akibat truk pasir tersebut lama sampai berhenti di tengah jalan selama dua hari adalah, dikarenakan supir truk menunggu pihak bengkel dari Tangerang untuk memperbaiki gardan truk yang rusak.

“Dari kemarin mogok, soalnya nunggu tukang bengkel dateng. Polisi juga sempet nawarin buat diderek ke pinggir, tapi kalau diderek malah acak-acakan nanti, gardannya patah semua,” jelas Riki.

“Yasudah, saya dan kenek bermalam disini, di truk. Minggu pagi, montir dari bengkel datang. Tapi karena perbaikan gardan ini harus teliti, butuh waktu, sampai malam ini pun belum beres juga,” imbuhnya.

Dari keterangan sopir, muatan truknya memang mengalami kelebihan kapasitas, atau over dimensi and over load (Odol).

Dan juga, kata Riki, kerusakan gardan disebabkan oleh kondisi jalan yang rusak parah, sehingga menyebabkan truk terguncang dan mengalami patah di bagian gardan.

“Pas lewat jalan rusak belum ketahuan ada yang patah, pas sampai sini mau puter balik baru ketahuan kalau ada gardan yang patah,” pungkasnya.

Terakhir ia menambahkan, truk tersebut bukan milik perusahaan, melainkan milik perorangan yang diketahui bernama Pak Haji dan berdomisili di Tangerang.

“Ini punya Pak Haji, kalau nama lengkapnya saya kurang tahu,” tandasnya. (*/Hery)

Honda