Ada 10 Kelurahan Kumuh di Kota Cilegon, dari Hasil Penilaian Kemenpera RI

CILEGON – Miris, Kota Cilegon yang dijuluki Kota Industri dan Kota Dollar, ternyata masih ada wilayah Kelurahan yang mendapat kategori sebagai kelurahan terkumuh (tidak tertata rapih).

Hal tersebut dibenarkan oleh Uso Sutoyo selaku Asisten Kota (Askot) Kota Mandiri Kota Cilegon.

Menurutnya, dari 43 Kelurahan yang ada di Kota Cilegon, ada 10 Kelurahan yang terkategori sebagai Kelurahan terkumuh menurut Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) RI.

“Ya dari 43 Kelurahan yang ada di Cilegon ada 10 Kelurahan yang terkategori sebagai kelurahan terkumuh,” katanya saat ditemui usai memberikan materi program Kota Tanpa Kumuh di Aula Kecamatan Ciwandan, Selasa (22/8/2017).

Adapun Kelurahan terkumuh lanjutnya adalah Kelurahan Banjarnegara yang ada di Kecamatan Ciwandan, Kelurahan Cibeber dan Karang Asem di Kecamatan Cibeber, Kelurahan Masigit, Sukmajaya dan Gedong Dalem di Kecamatan Jombang, Kelurahan Tegal Bunder Kecamatan Purwakarta, Kelurahan Gerem, dan Kotasari di Kecamatan Grogol, serta Kelurahan Tamansari di Kecamatan Pulomerak.

Kartini dprd serang

Baca Juga : Sering “Nyinyir” dan Reaktif di Medsos, Politisi Cilegon Dinilai Kurang Dewasa

Adapun penetapan kategori kelurahan terkumuh setelah adanya penelitian dari Kemenpera RI, dan yang menjadi indikator penilaian yakni diantaranya, masih banyak bangunan yang tidak teratur, akses jalan masih banyak yang tanah, persampahan masih acak acakan, air limbah rumahtangga masih acak, drainase lingkungan masih kurang, akses masuk pemadam kebakaran sulit dan tidak adanya ruang terbuka hijau.

“Dari tujuh indikator penilain itu, jadi 10 Kelurahan tersebut terkategori Kelurahan terkumuh,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kecamatan Ciwandan Hany Sumiati membenarkan, di Kecamatan Ciwandan dari 6 Kelurahan yang ada hanya satu Kelurahan terkategori kelurahan kumuh yakni Banjarnegara.

“Dari 6 Kelurahan yang ada di Kecamatan Ciwandan yang kumuh cuma Kelurahan Banjarnegara yang lainya tidak,” terangnya. (*)

Polda