Anaknya Lumpuh dan Buta, Janda di Cilegon ini Berharap Bantuan Pengobatan
CILEGON – Junenah (51) seorang janda warga Lingkungan Ceriu Pabuaran, RT 05 RW 03, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, ini berharap putra semata wayangnya Muhammad Fauji (34) sembuh dari penyakit yang dideritanya.
Pasalnya semenjak diagnosa oleh dokter menderita kelenjar getah bening belasan tahun lalu dan harus mendapat perawatan intensif dari medis. Kini penyakit anaknya itu bertambah yakni mengalami lumpuh layu.
Belum sembuh dari penyakit yang di deritanya ( Kelenjar getah bening dan lumpuh Layu) kini penyakit putranya itu bertambah lagi yakni mengalami kebutaan secara permanen. Dan semenjak putranya itu mengalami komplikasi Junenah harus meninggalkan pekerjaanya sebagai buruh serabutan di sebuah gudang di wilayah Ciwandan demi mengurus putra semata wayang itu.
Dan semenjak berhenti menjadi buruh serabutan kini Junenah tidak berpenghasilan dan hidup dari belasan para tetangga dan saudaranya. Terkadang sesekali Junenah di ajak untuk menjadi tukang masak itupun jika ada tetangga yang hajatan. Namun semenjak di berlakukanya PPKM mikro oleh pemerintah otomatis kegiatanya sebagai tukang masak terhenti seketika sehingga saat ini ia tidak ada pemasukan sama sekali untuk menyambung hidup ia dan putranya itu.
“Saat ini saya sudah tidak berpenghasilan, sementara saya butuh biaya perobatan buat anak saya ini,” ucap Junenah dengan mata berkaca – kaca, Rabu (18/8/2021).
Junenah berharap putranya itu bisa sembuh dari penyakit yang di deritanya namun lagi – lagi harapanya itu pupus ketika bicara soal biaya. Walaupun kata dia pihak pemerintah Kelurahan Samangraya melalui Dinas sosial sudah memberikan kartu BPJS PBI (BPJS yang dibiayai pemerintah – red) terkadang menggelayut dalam benaknya soal biaya lain yang tidak dicover oleh BPJS Kesehatan.

“Saya berterimakasih kepada pihak Kelurahan yang sudah maksimal mengupayakan agar Uji (sapaan akrab dari Muhamad Fauji – red) mendapat BPJS PBI. Namun saya binggung jika nanti ada biaya lain sementara saya tidak berpenghasilan,” ujarnya.
“Saya berharap ada pihak – pihak dermawan yang bisa membantu Uji untuk biaya perobatan minimal matanya agar bisa melihat kembali,” katanya.
Sementara itu Sekretaris Kelurahan Samangraya Furqon mengakui kalau Junenah mempunyai putra yang sedang sakit dan perlu uluran tangan dari para dermawan.
“Ya, Uji putra dari ibu Junenah sakit dan sudah belasan tahun. Pihak kami sudah berupaya maksimal dengan mengupayakan kartu berobat gratis (BPJS PBI) yang di biayai pemerintah agar keluarga itu agar memanfaatkan kartu sehat tersebut,” ujarnya.
Usai memberikan sembako kepada Ibu Junenah dengan didampingi Ketua Pokmas Ashari, Ketua RW Subaedi. Ketua Forum BKM Kota Cilegon Habibullah, Ketua RT setempat dan kader kesehatan Kelurahan Samangraya.
“Namun saya juga tidak maido kekhawatiran Ibu Junenah yang perlu biaya untuk biaya lain yang tidak tercover di kartu BPJS tersebut semisal harus membeli obat yang tidak tercover. Saya mendoakan agar Uji sembuh dan untuk ibu Junenah agar tabah dalam menerima ujian ini,” pungkas Furqon. (*/Red)


