Asep Sofwatullah Jabat Ketum DPP Bandrong, DKKC Cilegon Siap Bersinergi Lestarikan Budaya

 

CILEGON – Musyawarah Besar (Mubes) V Perguruan Pencak Silat Bandrong Banten Indonesia secara resmi menetapkan kepengurusan baru periode 2025–2030.

Dalam forum yang berlangsung khidmat tersebut, Asep Sofwatullah terpilih sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bandrong menggantikan Syafrudin yang telah menuntaskan masa jabatannya.

Dalam sambutannya, Asep Sofwatullah menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan para sesepuh dan anggota.

Ia menegaskan bahwa jabatan ini bukan kemenangan pribadi, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga marwah Bandrong sebagai warisan budaya Banten.

“Ini bukan kemenangan pribadi, tetapi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Kita akan menjaga Bandrong bukan hanya sebagai warisan bela diri, tetapi juga budaya luhur Banten yang sarat nilai spiritual dan persaudaraan,” ujarnya, Sabtu (30/8/2025).

Asep memaparkan tiga prioritas utama kepengurusan periode 2025–2030, yakni konsolidasi organisasi, regenerasi kader muda, serta penguatan posisi Bandrong sebagai warisan budaya Banten yang diakui secara nasional.

Ia menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda sebagai pewaris sejati tradisi Bandrong.

“Anak-anak muda harus kita libatkan lebih banyak, karena merekalah pewaris sejati Bandrong. Kita juga akan memperkuat jejaring antarperguruan, serta menjadikan Bandrong simbol kearifan lokal yang mendidik generasi bangsa,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan komitmen untuk menjaga persatuan sekaligus mendorong kreativitas kader Bandrong agar mampu berkontribusi pada ketahanan ekonomi masyarakat.

“Kami menginginkan Bandrong sejalan dan seiring dengan program pemerintah baik pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. Jawara atau pendekar tidak cukup hanya mengangkat golok, tetapi juga harus kreatif, mampu berinovasi, dan ikut memperkuat ketahanan pangan. Bangsa kita besar, jangan sampai mati di lumbung padi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Mubes V, H Joni, memberikan doa restu sekaligus pesan moral kepada kepengurusan baru agar tetap menjaga nilai adab dan religius yang menjadi roh dari pencak silat Bandrong.

“Silat Bandrong adalah jalan adab, bukan sekadar jurus. Pemimpin boleh berganti, tetapi adab dan nilai luhur harus tetap tegak. InsyaAllah dengan niat baik, kepengurusan baru akan membawa Bandrong semakin berkah,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon (DKKC), Ayatullah Khumaeni, menilai bahwa Mubes V DPP Bandrong bukan sekadar pergantian kepemimpinan organisasi, melainkan momentum penting untuk memperkuat eksistensi Bandrong sebagai warisan budaya khas Banten.

“Bandrong adalah bagian dari identitas budaya kita. Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada seluruh panitia, peserta, serta pengurus lama yang telah menjaga keberlangsungan organisasi ini. Terpilihnya saudara Asep Sofwatullah diharapkan dapat membawa Bandrong semakin maju, adaptif dengan zaman, namun tetap teguh pada akar tradisinya,” kata Ayatullah.

Ia menambahkan, keberadaan Bandrong tidak hanya bermakna sebagai seni bela diri, tetapi juga sarana pendidikan karakter, penguatan moral, serta wadah persaudaraan masyarakat Banten.

Oleh karena itu, DKKC siap bersinergi dengan kepengurusan baru DPP Bandrong dalam program pelestarian, pembinaan generasi muda, hingga pengembangan kegiatan budaya di Kota Cilegon.

“Kami berharap kepemimpinan baru dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas, tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga komunitas budaya, lembaga pendidikan, hingga masyarakat akar rumput. Dengan begitu, Bandrong tidak hanya bertahan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi peradaban bangsa,” pungkasnya.***

Karang Taruna Gerem
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien