Bantah Panitia, Masyarakat Cilegon Yakini Ada Manipulasi Dukungan Pembangunan Gereja HKBP

 

CILEGON – Terkait dengan jumlah dukungan sebanyak 70 warga Cikuasa Gerem sebagaimana disampaikan panitia pembanguan Gereja, Selasa (6/9/2022) kemarin, dinilai masyarakat tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Pasalnya, sebanyak 51 warga dinyatakan telah mencabut dukungan tersebut, karena alasan tidak benarnya informasi yang didapat saat awal penggalangan dukungan itu.

Edi Jhon, perwakilan warga yang turut mendampingi kiyai, ustadz serta unsur masyarakat, saat beraudiensi dengan Walikota Cilegon, menyatakan bahwa diduga kuat terdapat manipulasi data untuk memperoleh dukungan dari warga Gerem.

“Dari 70 dukungan warga, sebagian besar itukan sudah mencabut dukungannya. Jadi, kuat dugaan ada manipulasi data dalam berkas dukungan yang diperoleh Panitia pembangunan,” ujarnya, Rabu, (7/9/2022).

Karena itu sambung Edi, apa yang disampaikan panitia pembangunan adalah tidak benar dan secara data permohonan pembangunan gereja dianggap telah gugur dan tidak bisa dipaksakan.

Selain itu kata dia, alasan penolakan tersebut lantaran masyarakat Cilegon melihat dari sisi runut wilayah dan runut sejarah.

Dimana sebelumnya telah ada kesepakatan dan perjanjian antara Ulama Banten dan Pemerintah untuk bersama-sama tidak menyetujui adanya pembangunan rumah ibadah umat Kristiani atas konsekuensi berdirinya Pabrik Baja Trikora yang sekarang bernama Krakatau Steel.

Sekaligus kerelaan para ulama yang telah banyak berkorban baik materi maupun immateri atas dipindahnya pesantren-pesantren besar, termasuk kerelaan memindahkan makam-makam para pejuang, kiyai dan ulama-ulama Banten terdahulu. (*/Wan)

WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien