Banyak OPD Ajukan Tambahan Anggaran, Komisi II DPRD Cilegon Minta Funishment Jika Tidak Tercapai

 

CILEGON – Komisi II DPRD Cilegon mendorong OPD mitra kerja untuk melakukan berbagai pembenahan terkait dengan serapan anggaran.

Mengingat sisa waktu tahun anggaran 2022 hanya 2 bulan lagi, demikian disampaikan ketua Komisi II Faturohmi melalui saluran telpon, Selasa (1/11/2022).

Menurutnya, hampir setiap OPD pada pembahasan APBD-P 2022 mengajukan tambahan anggaran. Walau begitu dirinya tetap memprioritaskan OPD yang bersentuhan langsung dengan kepentingan pelayanan dasar.

“Seperti pendidikan, kesehatan termasuk bantuan sosial, tentu kita prioritaskan. Sehingga diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” terangnya.

Kartini dprd serang

Terkait target serapan anggaran pada OPD mitra kerja Komisi II, kata dia masih perlu digenjot kembali.

Mengingat sisa waktu anggaran hanya tersisa 2 bulan lagi. Perlu langkah-langkah ekstra dari masing-masing OPD agar penyerapan anggaran lebih maksimal sesuai dengan yang ditargetkan. Jikapun tidak tercapai maka semestinya perlu ada sanksi yang diberikan.

“Utamanya memberikan punishment bagi OPD yang tidak patuh dan tidak melaksanakan kegiatannya,” jelas politisi Gerindra ini.

Meski begitu dia optimis melihat Silpa tahun 2022 tidak lebih besar dari Silpa tahun sebelumnya.

Dikarenakan optimisme tersebut sesuai komitmen masing-masing OPD dengan Komisi II.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Fakta Banten, sejauh ini secara umum serapan anggaran tahun anggaran 2022 masih berkisara diangka 56 persen dari total APBD tahun anggaran 2022 yakni sebesar Rp2,2 triliun. (*/Wan)

Polda