BPBD Kota Cilegon Hadapi Keterbatasan Alat dan Keterampilan Personel dalam Penanganan Bencana Industri
CILEGON — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon masih menghadapi keterbatasan peralatan serta keterampilan personel dalam menangani berbagai kondisi kedaruratan, terutama bencana yang bersumber dari aktivitas industri.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Cilegon, Ana Maulana, menyatakan bahwa peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) menjadi kebutuhan mendesak demi mendukung penanganan bencana secara optimal.
Menurut Ana, personel BPBD wajib memiliki keterampilan teknis menghadapi berbagai jenis kondisi darurat, mulai dari penyelamatan di air (water rescue), penyelamatan di ketinggian (vertical rescue), hingga pengoperasian peralatan penanggulangan bencana umum maupun kimia industri.
”Keterampilan penanganan bencana itu mutlak, misalnya water rescue hingga pengoperasian alat. Selain itu, pemahaman Prosedur Operasional Standar (Protap) evakuasi dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) khusus industri juga harus dikuasai,” ujar Ana saat ditemui di kantornya, Kamis (17/9/2026).
Ana menambahkan, pelatihan kedaruratan memang pernah digelar, tetapi cakupannya masih perlu diperluas agar sesuai dengan beragam skenario risiko bencana di Cilegon.
Ia juga menyoroti minimnya sarana pendukung penanggulangan bencana, antara lain:
- APD Khusus Industri: Kebutuhan masker standar kimia untuk penanganan awal ancaman kegagalan teknologi atau bencana industri.
- Peralatan Evakuasi & Pantau: Belum tersedianya tandu standar, peralatan vertical rescue, hingga drone untuk pemantauan medan sulit dari udara.
- Tenda Pengungsian: Saat ini BPBD Cilegon hanya memiliki 2 unit tenda pengungsian, padahal idealnya tiap kecamatan memiliki 5 unit.
- Peremajaan Armada Operasional: Sebagian besar kendaraan operasional dan perahu merupakan pengadaan tahun 2015 sejak BPBD pertama kali berdiri, sehingga membutuhkan pembaruan.
Kelengkapan kemampuan personel yang ditopang oleh kecukupan peralatan dinilai menjadi indikator utama dalam memperkuat kapasitas BPBD sebagai garda terdepan penanggulangan bencana di Kota Cilegon.***

