Budaya Kondangan di Cilegon “Nganggo Tenong”

CILEGON – Hingga kini di Kota Cilegon, terutama di perkampungan, masih dapat kita jumpai tradisi warga menggunakan Tenong dalam acara-acara seperti hajatan pernikahan, cukuran (aqiqah), kematian atau acara sosial lainnya.

Tenong adalah wadah untuk membawa atau menyimpan makanan yang terbuat dari plastik, logam atau anyaman bambu.

Forbis

Umumnya masyarakat Cilegon menggunakan tenong berbentuk baskom yang dibungkus dengan selembar kain menyerupai taplak meja.

Sebagai contoh dalam acara pernikahan yang saat ini sedang ramai terjadi di Kota Cilegon, masyarakat membawa tenong berisi beras ke tempat acara. Selanjutnya oleh pemilik acara hajatan, beras dalam tenong tersebut akan ditukar dengan “sekul adang”, “rabeg”, “iwak ayam”, telur, mi/bihun, “sambel burog”, “gembleng”, “bugis”, “apem”, “tape ketan”, “awug-awug” dan lainnya yang dibawa pulang.

Menurut Ismail, salah satu warga Tegalratu, Ciwandan, dalam foklor mengenai Te Nong, diambil karena biasanya yang membawa “Te Nong” tersebut adalah gadis-gadis yang biasa disebut “Nong”. Meskipun dalam prakteknya banyak ibu-ibu hingga nenek-nenek yang melakukannya. (*/Cholis)

Ucapan sekda Dan dprd banten
Royal april