Dinkes Kota Serang HPN

Cari Ketupat Buat Qunutan, Banyak Dijual di Pasar Kranggot Cilegon

DPRD Kota Serang HPN

CILEGON – Menyajikan ketupat sayur untuk menu sahur ataupun berbuka puasa, di bulan Ramadan yang sudah mencapai setengah perjalanan, menjadi tradisi Qunutan di beberapa daerah Indonesia termasuk Kota Cilegon.

Untuk mempermudah tradisi tersebut, ada beberapa masyarakat yang memanfaatkan dengan berjualan ketupat yang sudah berisi beras ataupun kosong.

Seperti warga bernama Sanim yang berjualan kupat di Pasar Kranggot Kota Cilegon, ada beberapa pedagang yang nyambi berjualan ketupat sejak Senin lalu.

“Saya sudah jualan dari kemarin, di hari biasa saya hanya berjualan cabai dan buah-buahan,” ungkapnya, Selasa (27/4/2021).

Pria 45 tahun ini mengungkapkan hanya berjualan ketupat kosong saja yang dihargai Rp. 10 ribu untuk sepuluh kantongnya. Dan hanya berjualan selama dua hari saja.

Dedi Haryadi HUT Gerindra

Karena, menurutnya menjelang qunut seperti ini daya beli masyarakat meningkat untuk membeli ketupat karena sudah menjadi kebiasaan dari dulu.

“Dari kemarin sampai sekarang sudah laku seratus buah saya jualan ketupat kosong,” ungkapnya.

Sementara itu, ada juga Ibu April yang tengah asyik membuat anyaman untuk bungkus ketupat. Dimana hal ini, ia dapat dari keluarganya sejak sekolah dasar.

“Awalnya diajarin sama ibu saya, waktu itu soalnya sekalian bantu bikin ketupat biar dapat tambahan uang jajan,” ujarnya.

Tidak seperti Sanim, April berdagang ketupat sampai menjelang Hari Raya Idul Fitri nanti. Dan, dagangan ketupatnya sudah berisi nasi, yang siap dihidangkan.

“Kalau yang kosong 10 biji Rp8 ribu, yang ada isinya sepuluh biji Rp20 ribu. Dan sekarang udah laris sekitar 700 ketupat,” pungkasnya. (*/A.Laksono).

HPN Dinkes Prokopim
WP-Backgrounds Lite by InoPlugs Web Design and Juwelier Schönmann 1010 Wien